Sementara Ketua Aisyiah Taiwan Yuniar Wardani yang membawa ribuan masker ke nagara itu mengatakan bahwa ia bersyukur semua proses imigrasi dan kepabeanan dipermudah.
“Sepanjang perjalanan dari Yogyakarta hingga ke Taipei (Taiwan), walaupun sempat gemetaran, setiap melewati pos imigrasi dan bea cukai saya terus berdoa agar dipermudah. Dan Alhamdulillah, semuanya lancar,” ucapnya yang merupakan mahasiswa doktoral di Taipei Medical University.
Di sisi lain Andi melanjutkan, selama proses pengiriman masker dari Indonesia, dirinya terus berkoordinasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei terkait masalah perizinan. Pada akhirnya, Pemerintah Taiwan melonggarkan aturan soal impor masker ini mengingat ketersediaan masker di Taiwan sendiri sangat terbatas.
Kegiatan pembagian masker ini direspon cukup positif oleh para WNI di Taiwan. Ali Muliyo, seorang Pekerja Migran Indonesia mengungkapkan ia bersyukur sekali dengan kegiatan pembagian masker oleh Muhammadiyah.
Terima kasih untuk Muhammadiyah serta para donatur yang masih mau peduli kepada kami para TKI di Taiwan dengan mengadakan pembagian masker ini,” ucapnya.
Selain pembagian masker, Tim Muhammadiyah Taiwan juga melakukan edukasi tentang bagaimana cara melakukan pencegahan penyebaran virus ini selain memakai masker sesuai dengan protokol yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Taiwan. Pencegahan perlu dilakukan karena sedikitnya sudah ada 17 orang yang positif terkena virus korona di Taiwan. Sumber : Tim Media Center PCIM Taiwan.
(Abu Sahma Pane)