SAKIT jadi salah satu ujian yang diberikan oleh Allah SWT dan itu menjadi penggugur dosa bagi mukmin yang sabar dan ikhlas menjalaninya. Hal ini juga oleh Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin.
Ia mengatakan Allah telah memberikan sakit kepada umat Islam sebagai bentuk ujian untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan dan memicu Muslim untuk banyak-banyak berdoa.
“Nabi Muhammad SAW mengajarkan amalan doa-doa untuk kesembuhan orang yang sakit agar Allah memberikan kesehatan dan pulih kembali,” katanya saat dihubungi Okezone.
Pernah suatu hari Rasulullah menjenguk sahabatnya yang sedang sakit, yaitu Salman Al-Farisi RA. Lalu ia mendoakannya dan bacaannya bisa ditiru Muslim di masa sekarang. Doa Rasulullah tersebut yakni:
شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ
Artinya: “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,”
Riwayat lain, sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA. Kemudian Nabi pun mendoakannya, agar sahabatnya ini sembuh kembali. Sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا
Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar).