nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Nyata, saat Cahaya Alquran Berlabuh di Hati Seorang Preman

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 19:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 09 614 2180663 kisah-nyata-saat-cahaya-alquran-berlabuh-di-hati-seorang-preman-qTvHoblWZe.jpg Pak Sege' belajar Alquran (Foto: Daarul Quran)

Pak Sege’ merupakan pengusaha ikan belut ekspor yang sukses di daerahnya, pemasukannya bisa mencapai Rp50 juta perpekannya. Selain terkenal karena usahanya yang sukses, ia juga populer karena kenakalannya, bahkan ia disebut sebagai preman kampung.

Meski dikenal sebagai preman kampung, hal ini tak membuat Pak Sege' menyerah untuk mulai belajar Alquran.

 Pak Sege'

"Nak, ajari saya mengaji. Insya Allah saya rencana mau umrah bersama ibunya anak-anak,” ujar Pak Sege' kala itu kepada relawan Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an Makassar.

Pak Sege' sejatinya bernama lengkap Sege Konangia, 42 tahun. Namun orang-orang di Konawe Utara suka memanggilnya Pak Sege’.

Kehadiran tim SIGAB yang bermukim di rumahnya membawa Pak Sege’ lebih memikirkan akhirat. Hati kecilnya tergerak ingin hijrah, berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

“Saya sudah tua, anak saya sudah banyak. Usia kan tidak ada yang mengetahui,” tuturnya.

Mendengar hal itu, tim SIGAB yang selama melakukan pendampingan untuk korban bencana banjir bandang di Konawe Utara perlahan mulai mengajarkan Pak Sege’ tentang Islam. Awal Januari 2020, Pak Sege’ mulai membaca Alquran dengan pengenalan huruf hijaiyah.

Keajaiban Alquran begitu besar adanya. Alquran menjadi rahmat bagi mereka yang memanfaatkannya, yaitu orang-orang yang yakin. Alquran mampu merubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.

Pak Sege’ yang dulunya enggan membaca Alquran kini berbalik arah menjadi pencinta Alquran. Dengan semangatnya ia memulai kembali belajar. Setiap hari selepas Magrib, lengkap dengan songkok hitamnya, ia dituntun oleh salah seorang relawan SIGAB untuk belajar membaca Alquran.

Pak Sege’ juga membantu para penghafal Qur’an dengan mewakafkan salah satu lahan yang dimilikinya. Lahan tersebut diwakafkan ke PPPA Daarul Qur’an yang rencananya akan dibangunkan rumah tahfidz untuk digunakan mengaji oleh anak-anak di Desa Wanggudu Raya.

Pimpinan Cabang PPPA Daarul Qur’an Makassar Andi Kurniawan sangat bersyukur karena kehadiran lembaganya dapat memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Mulai dari bantuan emergency, trauma healing, hingga membangunkan enam rumah Alquran untuk korban terdampak banjir bandang di Konawe Utara.

“Insya Allah kembali akan kami bangunkan rumah tahfidz yang akan melahirkan banyak generasi tahfidzul Alquran. Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan assessment dengan meninjau lokasi lahan yang diwakafkan Pak Sege’ kepada Daarul Qur’an,” terang Andi.

Andi juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang terus membersamai PPPA Daarul Qur’an dalam menebar kemanfaatan. “Mudah-mudahan Allah membalas kebaikan donatur semuanya dengan sebaik-baiknya balasan. Mohon doanya semoga Allah berikan keberkahan dan kelancaran untuk setiap program yang dijalankan PPPA Daarul Qur’an,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini