MUI: Haram Hukumnya Menimbulkan Kepanikan dan Hoaks di Tengah Pandemi COVID-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 17 Maret 2020 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 17 614 2184831 mui-haram-hukumnya-menimbulkan-kepanikan-dan-hoaks-di-tengah-pandemi-covid-19-WXVWu63kaX.jpg Wabah COVID-19 (Foto: Pixabay)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19.

Dalam Fatwa MUI Nomor 8 memutuskan, menetapkan fatwa tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah COVID-19. Melakukan tindakan yang menimbulkan kepanikan dan/atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan/atau menimbun bahan kebutuhan pokok serta masker dan menyebarkan informasi hoaks terkait COVID-19 hukumnya haram.

 wabah COVID-19

Sekjen MUI Anwar Abbas mengatakan, ketika menghadapi musibah seperti adanya pandemi COVID-19 umat Islam diharapkan tenang. Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, tobat, istighfar, berzikir.

"Membaca Qunut Nazilah di setiap salat fardhu, memperbanyak salawat, sedekah, serta senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya ( daf’u al-bala’), khususnya dari pandemik COVID-19," katanya saat dihubungi Okezone, Selasa (17/3/2020).

Waspada perlu dilakukan. Namun bersikap panik saat menghadapi COVID-19 malah tidak membantu.

Selain itu juga dilarang untuk menyebarkan hoaks di tengah pandemi COVID-19. Apalagi hoaks yang menimbulkan kepanikan.

Tak ada hoaks saja, masyarakat sempat panik. Mereka sempat mengalami panic buying dengan berlomba-lomba membeli barang kebutuhan rumah tangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini