nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Catatan Pelaksanaan Sholat Jumat di Wilayah Aman Corona

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2020 09:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 20 330 2186250 10-catatan-pelaksanaan-sholat-jum-at-di-wilayah-aman-corona-2KUD0qOhAK.jpg Ilustrasi. Foto: SCMP

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait dengan pelaksanaan ibadah Sholat Jumat. Dalam fatwanya nomor 14 Tahun 2020 dijelaskan tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah virus corona COVID-19.

Dalam fatwa tersebut dijelaskan sholat Jumat sementara tidak boleh digelar di wilayah pandemi corona, dan sebagai gantinya yaitu melaksanakan sholat Zuhur di rumah masing-masing.

Lalu bagaimana jika ada wilayah yang dinilai relatif aman dari corona sehingga tetap melaksanakan sholat Jum'at di masjid? Dai kondang Indonesia Ustadz Muhammad Azhari Nasution mengatakan, ada sepuluh catatan ketika akan menyelenggarakan sholat Jumat di wilayah aman namun wabah corona masih belum tertangani secara tuntas.

"Ada sepuluh atatan kecil saat menyelenggarakan sholat Jum'at selama paparan virus Corona masih berlangsung," katanya kepada Okezone, Jumat, (20/3/2020).

Sepuluh catatan tersebut yaitu:

1. Wajib hukumnya bagi yang sakit atau memiliki gejala sebagaimana yang dijelaskan para ahli medis untuk tidak sholat Jum'at, dan bisa menggantinnya dengan sholat Zuhur di rumah. "Boleh juga bagi yang sehat untuk tidak Jum'atan jika berada di zona yang tidak sehat," ucapnya.

2. Setiap jamaah membawa sajadah masing-masing dari rumah.

3. Setiap jamaah yang masuk dan keluar dari masjid wajib lakukan self care dengan cara memakai hand sanitizer atau cuci tangan yang bersih.

4. Hindari salaman dan cium tangan selama sholat Jumat berlangsung hingga selesai.

5. Karena alasan khawatir atau untuk melokalisir droplet masing-masing, maka dibolehkan memakai masker (talatstsum) saat sholat. 

6. Untuk meminimalisir paparan droplet sebaiknya microphone imam, muaddzin, dan micropohone sambutan DKM dilapis plastik sekali pakai. 

7. Komposisi shaf boleh direnggangkan untuk mghindari droplet saat sholat. 

8. Untuk meminimalisir interaksi fisik jarak antar adzan, sholat sunnah qabliyah jumat, durasi khutbah dan sholat hendaknya sesingkat mungkin. "Yang terpenting tidak meninggalkan hilangnya rukun khutbah dan sholat. Begitu juga pengumuman qabliyah khutbah, jika memungkin lebih baik ditiadakan," tutur Ustadz Muhammad Azhari Nasution. 

9. Konten khutbah hendaknya bersifat edukatif dan rekreatif, yakni membri edukasi kepada jamaah untuk mentaati anjuran pemerintah dan ahli medis. Kemudian tidak ihtikar/panic buying, disiplin kebersihan, tidak menjadi produsen dan konsumen berita hoax, memperbanyak amalan doa, dan lain-lain. 

"Rekreatif artinya memberi uraian-uraian yang bisa merangsang rasa optimis mad'u dan keyakinan akan kekuasaan Allah," katanya. 

10. Menghindari konten khutbah yang membuat orang semakin panik dan gusar. 

"Itu semua pendapat pribadi saya. Semoga virus corona ini cepat berlalu," ujarnya. 

MUI pun meminta, pelaksanaan sholat Jumat berjamaah dapat digelar kembali ketika wabah virus corona sudah meredam, dan masjid-masjid dapat difungsikan seperti biasanya.

Hingga saat ini, pada Kamis, 19 Maret 2020 tercatat total pasien postif COVID-19 di Indonesia sebanyak 309 jiwa, dengan pasien meninggal sebanyak 25 jiwa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini