Cegah Penyebaran COVID-19, Warga di Gaza Diminta Salat di Rumah Masing-Masing

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 23 614 2187594 cegah-penyebaran-covid-19-warga-di-gaza-diminta-salat-di-rumah-masing-masing-l8PKerOiyj.jpg Masjid Al Aqsa ditutup (Foto: Bilgiustam)

Jalur Gaza di Palestina yang berpenduduk padat melaporkan kasus koronavirus pertamanya. Pemerintah Palestina meminta warga tinggal di rumah di Tepi Barat yang diduduki. Ini dilakukan untuk membatasi penularan COVID-19.

Dua pria Palestina, satu berusia 79 tahun, dan yang lainnya 63 tahun, dinyatakan positif COVID-19 setelah kembali dari Pakistan pada hari Minggu malam.

 Masjid disterilisasi

Para pejabat mengatakan kedua pasien, saat ini berada dalam kondisi stabil di daerah karantina di kota perbatasan Rafah.

"Alhamdulillah, lingkaran kontak itu tidak besar," kata Salama Marouf, Ketua Kantor Media Pemerintah Gaza.

Semua orang yang telah melakukan kontak dengan kedua orang penderita COVID-19 itu juga telah dikarantina, katanya.

Sekolah, pasar umum, dan aula acara semuanya telah ditutup di Gaza selama dua minggu terakhir

Otoritas agama di Gaza dan Tepi Barat mendesak orang-orang untuk salat dan ibadah di rumah masing-masing. Mereka diminta untuk tidak datang ke masjid, dan tidak melayat ke rumah kerabat yang meninggal.

Kementerian Kesehatan Palestina mendaftarkan 59 kasus positif virus corona yang dikonfirmasi di Tepi Barat. Sementara Israel memiliki 945 kasus yang dikonfirmasi dan satu kematian.

Gaza merupakan rumah bagi sekitar 2 juta orang Palestina. Para ahli kesehatan mengatakan, infeksi dapat menyebar dengan cepat di antara orang-orang yang tinggal berdekatan, terutama karena persediaan medis yang langka.

Kementerian Kesehatan Palestina mendaftarkan 59 kasus virus corona yang dikonfirmasi di Tepi Barat. Sementara Israel memiliki 945 kasus yang dikonfirmasi dan satu kematian.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seperti dilansir dari Arab News, di Tepi Barat, Pemerintah Palestina memerintahkan orang untuk tinggal di rumah selama dua minggu untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Personil medis, apoteker, pedagang grosir, pembuat roti dibebaskan untuk bekerja. Seorang pejabat Palestina mengatakan, orang hanya diizinkan berbelanja untuk makanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya