Kedua, ibadah. Ibadah merupakan bentuk pengabdian makhluk terhadap Sang Khalik. Namun yang mesti diingat, seorang hamba tidak akan dapat khusyuk dan istiqamah beribadah kecuali atas pertolongan Allah. Lâhaula walâ quwwata illâ billâhil aliyyil ‘adhîm, tak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah. Oleh karenanya manusia harus selalu berdoa untuk mendapat karunia khusyuk dan istiqamah itu sehingga menjadi hamba yang diridhai Allah, selamat di dunia dan akhirat.
Ketiga, rezeki halal. Kata orang, “Hidup di zaman sekarang cari yang haram saja susah, apalagi yang halal!”. Tentu tidak demikian bagi orang-orang yang berpegang pada iman dan takwa. Hidup ini hanyalah sementara. Semua akan kembali kepada Allah sang pencipta. Seberapa pun banyak kekayaan yang dimiliki, semua akan dihisab berdasarkan cara memperoleh dan penggunaannya. Maka orang-orang beriman selalu memohon agar diberikan harta yang halal, bermanfaat, dan diridhai Allah.
Keempat, sabar; dan kelima, syukur. Sabar dan syukur menjadi kunci kebahagiaan manusia. Kesabaran akan berbuah keridhaan atas segala takdir Allah, baik yang disenangi ataupun tidak. Suasana hati menjadi tenang, khusyuk, dan sarat rasa terima kasih kepada Allah. Namun demikian, menjadi pribadi yang sabar dan syukur bukanlah hal yang mudah. Untuk menjadi penyabar dan ahli syukur dibutuhkan perjuangan dan yang utama adalah pertolongan Allah.
Lima anugerah kebaikan di akhirat juga sama pentingnya: kedatangan malaikat maut dengan lembut, tidak dikagetkan dengan malaikat munkar dan nakir di alam kubur, aman dari segala ketakutan, dihilangkan kejelekan dan diterima kebaikannya, dan melewati shirat sebagaimana kilat hingga masuk surga dengan selamat.
Ketika mendengar berita kematian, yang terlintas di setiap pikiran manusia adalah sosok malaikat maut yang juga akan menghampiri dirinya suatu saat. Belum lagi mendengar cerita dua malaikat munkar dan nakir yang akan menanyai di alam kubur. Baik dan buruk ketika di dunia, semua akan diperlihatkan tanpa ada yang terlupakan. Amal di dunia akan menjadi teman, baik maupun buruk.