Ramadhan Sudah Dekat, Yuk Belajar Puasa dari Sufi

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 17 April 2020 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 614 2200546 ramadhan-sudah-dekat-yuk-belajar-puasa-dari-sufi-KcO0zv7xbz.jpg Ilustrasi. Foto: artcenegallery

Bulan puasa Ramadhan semakin dekat, tinggal menghitung hari. Diperkirakan awal bulan suci tersebut jatuh pada Kamis 24 April 2020, namun sidang isbat masih harus digelar guna memastikannya.

Ketika nanti awal Ramadhan sudah ditentukan, seluruh umat Islam akan menjalankan puasa sehari penuh. Menahan haus dan lapar hingga berbuka ketika Magrib tiba.

Sementara itu ada baiknya Muslim belajar puasa dari sufi. Sebab puasa bagi kaum sufi bukan hanya soal menahan haus dan lapar, karena itu cuma sekadar menahan atau mengurangi kebutuhan fisik.

Puasa bagi sufi lebih dari itu, menahan diri dari pandangan, ucapan, maupun pendengaran yang menutup mata batinnya.

Puasa ala sufi bukan saja menunaikan kewajiban syariat, di mana secara fisik harus menahan diri dari makan, minum dan keinginan seksual. Tapi juga pemenuhan batin menuju level makrifat hingga hakikat.

Dikutip dari laman Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) pada Jumat (17/4/2020), Imam Abul Qasim Al-Qusyairi, seorang sufi yang juga ahli hadis menjelaskan dalam “Lathaifal-Isyarah” bahwa puasa itu ada dua macam, yakni puasa lahir dan puasa batin.

Puasa lahir hanya menahan lapar dan haus serta hal-hal yang membatalkannya. Sedangkan puasa batin adalah puasa hati nurani (qalbu) dari segala penyakitnya, puasa jiwa (ruh) dari segala bentuk kenyamanan dan ketenangan; dan puasa sirr dari segala bentuk pengawasan.

Menurut Al-Qusyairi, siapa yang puasanya sekadar menahan sesuatu yang membatalkan, maka akhir puasanya adalah ketika berbuka, saat magrib.

Tapi siapa yang puasanya menahan diri dari berbagai macam selain Allah (al-aghyar), maka puncak puasanya adalah dengan menyaksikan Al-Haqq. Maka itu, Al-Qusyairi membagi orang berpuasa menjadi dua kategori.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pertama, orang yang menyambut bulan Ramadhan kemudian ia berpuasa karena Allah.

Ia berhak mendapatkan pahala karena puasanya, kendatipun puasanya sekadar menegakkan aspek lahiriah semata. Memenuhi syarat dan rukunnya.

Kedua, puasa batiniah. Ia akan berpuasa bersama Allah dan akan mendapat kedekatan (al-qurbah) bersama Allah.

Ia tidak berpuasa untuk sekadar memenuhi syarat dan rukunnya saja, tapi lebih dari itu, ia berpuasa lebih hakiki bersama Allah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya