Dalam kehidupan manusia, terkadang musibah datang. Seperti musibah wabah virus corona yang saat ini memporak-porandakan dunia.
Musibah juga bisa terjadi dalam bentuk hilangnya sesuatu yang kita cintai, sayangi, seperti harta benda, mobil, rumah. Bisa juga berupa kehilangan orang yang sangat dicintai seperti meninggalnya ayah, kakek, nenek, semua itu begitu menyesakkan dada.

Namun memang begitulah sifat dunia, semua yang ada di atas bumi adalah fana. Hanya sementara. Tak ada yang abadi. Orang-orang yang kita cintai suatu saat pasti akan mati meninggalkan kita. Atau justru sebaliknya, kita yang akan meninggalkan mereka.
Musibah juga bisa hadir dalam bentuk kehilangan pekerjaan, jabatan, teman yang meninggalkan. Tidak seorangpun yang hidup di dunia ini bisa menghindarinya. Jika hari ini selamat dari musibah, mungkin besok atau lusa tidak.
Namun hal yang perlu dipikirkan, jika saja Allah SWT tidak menurunkan musibah kepada manusia di bumi ini, mungkin kita akan menjadi manusia yang sombong, menjadi orang-orang yang bangkrut dan merugi.
Seperti kata beberapa ulama salaf mengatakan, “Jika saja tidak ada musibah di dunia, di akhirat kelak kita akan menjadi orang-orang yang bangkrut dan merugi (dosanya lebih banyak daripada pahalanya).”
Seperti dilansir dari website NU Lampung, Arhiyah ibn Qais mengatakan “Ka’ab sedang sakit. Kemudian sekelompok orang dari Damsyiq datang menjenguknya. Para penjenguk itu bertanya kepadanya, ‘Bagaimana keadaanmu wahai Abu Ishaq? Ka’ab pun menjawab ‘Aku baik-baik saja. Dosa-dosa akan diangkat dari tubuh. Sesungguhnya Allah berkehendak untuk mengazab tubuh ini dan Dia juga berkehendak untuk merahmati tubuh ini. Jika kelak Dia membangkitkannya kembali, Dia akan membangkitkannya sebagai tubuh yang baru, yaitu tubuh yang telah bersih dari dosa.”
Dan juga apa yang seperti Ma’ruf Al-Khari ungkapkan tentang ujian musibah kepada orang beriman yaitu: “Sesungguhnya Allah akan menurunkan ujian kepada hamba-Nya dengan penyakit dan kelaparan. Hamba-Nya itu lalu mengadu kepada sesamanya.
Allah kemudian berkata kepada hamba-Nya itu, ‘Demi kekuasaan dan keagungan-Ku, sesungguhnya tidaklah Aku menurunkan musibah kepadamu berupa penyakit dan kelaparan, kecuali untuk membersihkanmu dari dosa-dosa. Maka janganlah engkau mengeluh tentang-Ku.”