Mungkin bagi warga Indonesia memberi nama pada kurma terdengar asing. Namun uniknya di Mesir justru sudah biasa memberi nama baru untuk berbagai jenis buah tersebut. Dua tahun lalu kurma diberi nama Mohamed Salah, bintang sepakbola Mesir yang bermain untuk kesebelasan asal Inggris, Liverpool. Tahun ini pun sama, satu jenis kurma diberi nama Corona.
Kurma biasa dikonsumsi langsung, namun tak jarang dijadikan bahan dasar untuk memodifikasi makanan. Seperti yang diunggah akun Instagram @delle_kitchen, memodifikasi kurma menjadi minuman segar dan kekinian. Minuman itu terlihat menyerupai boba yang tren saat ini.
Berbeda dengan akun @irwinlin, dia mengunggah kurma yang diolah menjadi kudapan ringan dibalut dengan cokelat.
Mesir merupakan negara penghasil kurma terbesar di dunia. Kurma tumbuh sepanjang tahun, namun biasanya dipanen di musim gugur atau awal musim dingin. Dipanen saat musim dingin karena kondisi kurma akan lebih segar di musim tersebut. Kandungan dalam kurma sebagian besarnya adalah karbohidrat yang banyak khasiatnya untuk tubuh.
Dilansir dari Arab News pada Selasa (21/4/2020), Ahmed Amin, seorang pedagang di pasar grosir di Moqattam mengatakan,”Kami terbiasa memberi nama berbagai jenis kurma baru di setiap tahunnya.”
Ia menambahkan bahwa corona adalah nama yang paling signifikan hingga saat ini, karena virus corona tak hanya terdapat di Mesir, tapi juga di seluruh dunia. Dia pun mengatakan konsumen membeli kurma corona dalam jumlah besar, dan pelanggan pun merasa terhibur ketika mereka membelinya.
Terlepas dari nama kurma corona, pedagang di pasar juga telah memperkenalkan slogan “Tak Ada Corona di Antara Kita”. Mencegah virus dengan menggunakan sarung tangan dan pakai masker wajah, sambil tetap jaga jarak sosial dan hindari keramaian.
Mereka menekankan untuk tetap buka agar tetap mendapat penghasilan. Para pedagang kurma ini pun tak lupa menambahkan satu kalimat "Ramadhan tidak lengkap tanpa kurma."
(Abu Sahma Pane)