BULAN suci Ramadhan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Muslim, siap disambut hanya dalam hitungan waktu beberapa jam lagi. Tahukah Anda? Allah SWT memberikan pahala khusus bagi umat-Nya, yang merasa bergembira menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Pahala khusus kepada umat Muslim yang bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadhan ini, seperti dijelaskan oleh Ustadz M Najmi Fathoni, dai muda dari Nahdlatul Ulama, disebutkan melalui salah satu hadis Rasulullah SAW, yang berbunyi;
مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ
Artinya: Barang siapa yang hatinya bergembira dengan hadirnya bulan Ramadhan maka diharamkan jasadnya dari api neraka.
Diterangkan Ustadz M Najmi lebih lanjut,bahagia di sini maksudnya bukan bergembira tanpa arah. Melainkan merasa gembira, karena di dalam bulan Ramadhan begitu banyak pahala yang diberikan oleh Allah SWT. Bahkan berlipat-lipat ganda.
Merasa bahagia dalam konteks karena bisa maksimal dalam beribadah. Atau umat Muslim ingin mengejar pahala, sehingga akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
“Tapi di sini gembiranya bukan sekedar gembira, happy happy enggak tentu arah. Bahagia karena di dalam bulan suci Ramadhan itu banyak pahala kebaikan yang dilipat-gandakan," bebernya.
Termasuk halnya puasa, ketika orang bahagia bisa berpuasa niat karena Allah SWT, maka akan ditambah pahalanya. Puasa juga ada di dalam rukun Islam, yang harus diamalkan umat Islam.
"Termasuk puasa itu sendiri, itu rahasia Allah SWT. Allah berfirman, berpuasa itu untukku dan aku sendiri yang akan membalasnya,” terang Ustadz M Najmi.
Maka siapapun umat Muslim yang merasa gembira, bahagia menyambut datangnya bulan Ramadhan, karena bisa memaksimalkan ibadah mencari pahala yang dilipatgandakan, Allah SWT juga menjanjikan akan mengharamkan jasadnya dari api neraka.
“Gembira karena kita bisa maksimal beribadah di Ramadhan. Semoga kita semua ibadah puasanya termasuk puasa yang mabrur ya, puasa yang berhasil. Selesai kita melewati proses tersebut, kita bisa menghindar dari setiap kemaksiatan dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tutup Ustadz Najmi.
(Dewi Kurniasari)