Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menentukan Awal Ramadhan dari Pandangan Ilmiah

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 23 April 2020 |17:56 WIB
Menentukan Awal Ramadhan dari Pandangan Ilmiah
Ilustrasi. (Freepik)
A
A
A

Sehingga hisab hanya bermakna sebagai hipotesis verifikatif yang belum konklusif. Meskipun menjadi piranti untuk menalar–logiskan sebuah benda langit yang kita kenal sebagai Bulan, namun Bulan itu sendiri memiliki hukum–hukum kehidupannya sendiri yang bisa lepas dari piranti matematis yang menghitungnya.

Dalam sudut pandang ilmiah, hisab yang tanpa verifikasi faktual tidak dapat dianggap memenuhi asas berfikir ilmiah yang bersifat siklik (Ghafur, 2020).

"Demikian, Nahdlatul Ulama memposisikan hisab sebagai alat bantu dalam pelaksanaan Rukyatul Hilal. Rukyatul hilal tidak akan bisa diselenggarakan tanpa hisab yang baik," tambahnya.

"Untuk itu, Nahdlatul Ulama memiliki sistem hisab jama’i (tahqiqy tadqiky ashri kontemporer), yang memperhitungkan segenap sistem hisab yang berkembang di tubuh Nahdlatul Ulama," tuturnya.

(Dewi Kurniasari)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement