Qunut Nazilah Turun karena Pengkhianatan, Ini Kisah Lengkapnya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 614 2209926 qunut-nazilah-turun-karena-pengkhianatan-ini-kisah-lengkapnya-vYStdRy75o.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEBAGAI penyempurna ikhtiar mengentaskan wabah virus corona (COVID-19), pada Sabtu 28 Maret 2020 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam membaca Qunut Nazilah.

"Dalam Salat Fardhu diselingi dengan doa kepada Allah SWT penuh khusyuk dan juga tambahkan dalam rentang Sholat Fardhu dengan Qunut Nazilah, di samping itu pelaksanaan ibadah, qunut yang dibaca secara khusus karena ada masalah wabah COVID-19," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr. H. M. Asrorun Niam Sholeh, MA

Sementara dikutip dari laman Kementerian Agama pada Rabu (6/5/2020), Kepala Seksi Pengembangan Metode dan Materi Dakwah Dit. Penerangan Agama Islam, Subhan Nur memaparkan membaca qunut nazilah saat ada bencana juga pernah dilakukan Rasulullah SAW.

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan berturut-turut dalam sholat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh selepas mengucapkan: ‘Sami’allahu liman hamidah’ di rakaat terakhir, ia mendoakan kehancuran bani Sulaim, (yaitu) suku Ri’il, Dzakwan, dan ‘Ushayyah, dan orang-orang di belakangnya mengucapkan “Aamin”. (Hadist Shahih diriwayatkan Imam Ahmad).

Subhan menjelaskan sebab turun hadist ini berkaitan dengan permintaan suku Ri’il, Dzakwah, Ushayyah, dan Lahyan kepada Rasulullah SAW agar mengirimkan para penghafal Alquran untuk mengajarkan Islam. Riwayat lain: melawan musuh, dan ia mengabulkan permintaan tersebut dengan mengirimkan 70 penghafal Alquran.

Baca Juga : Ini Waktu Imsak Berdasarkan Alquran dan Hadist

Namun ketika mereka berada di kawasan Bi’ir Ma’unah, mereka dibunuh dan dikhianati oleh suku-suku Arab tersebut. Kejadian ini sampai kepada Rasulullah SAW, maka ia melakukan qunut nazilah selepas sholat mendoakan kecelakaan terhadap suku-suku Arab tersebut.

Meskipun hadist ini dilatarbelakangi oleh peristiwa khusus, kata Subhan, namun secara keumuman lafazh dapat dijadikan dalil anjuran membaca qunut nazilah saat terjadi musibah maupun wabah penyakit yang menelan banyak korban.

Kalimat “Rasulullah SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan berturut-turut” menunjukkan qunut nazilah tidak disyari’atkan selamanya, namun disyari’atkan ketika terjadi musibah besar seperti wabah penyakit, bencana alam, dan lainnya.

Secara bahasa, qunut berarti taat, diam, atau berdoa. Sedangkan “nazilah” berarti musibah besar yang menimpa manusia. Dengan demikian, qunut nazilah adalah doa yang diucapkan saat i’tidal dalam sholat ketika terjadi musibah besar.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kalimat “Rasulullah mendoakan kehancuran Bani Sulaim, (yaitu) suku Ri’il, Dzakwan, dan ‘Ushayyah”, bahwa ia mendoakan kehancuran suku-suku Arab tersebut lantaran membutuh 70 para penghafal Alquran.

Jadi qunut nazilah ini dapat dianalogikan bisa digunakan saat wabah penyakit yang mematikan seperti virus corona (COVID-19) yang telah merenggut ratusan nyata di Indonesia khususnya.

Dalam rangka menyikapi wabah virus Corona di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia, umat Islam hendaklah melakukan ikhtiar lahir maupun batin agar terhindar dari wabah ini, salah satunya qunut nazilah.

Dalam fiqih, qunut nazilah dilakukan pada rakaat terakhir sholat lima waktu ketika i’tidal dengan bersuara, baik dilakukan sendiri maupun berjamaah, di rumah maupun di masjid, serta di wilayah merebak wabah penyakit maupun di wilayah yang belum terdampak wabah penyakit.

Tujuannya adalah untuk mengusir wabah virus Corona melalui pendekatan diri kepada Allah melalui do’a, serta menyatakan ketundukan dan kepasrahan diri atas segala ketetapan-Nya.

Adapun lafazh doa qunut nazilah yaitu setelah doa qunut sholat Shubuh ditambahkan dengan doa qunut nazilah Umar bin Khattab dan Ibnu Umar RA, yaitu:

Allahumma inna nasta inuka wa nastaghfiruk, wa nastahdika wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsni ‘alaikal khaira kullahu nasykuruka wa la nakfuruk, wa nakhla’u wa natruku man yafjuruk. Allahumma iyyaka na’budu, wa laka nushalli wa nasjud, wa ‘ilaika nas’a wa nahfid, narju rahmataka wa nakhsya adzabak, inna adzabakal jidda bil kuffari mulhaq.

Artinya, “Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu. Kami beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari nikmat-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan orang yang mendurhakai-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah, kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengharapkan rahmat-Mu dan takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

Dalam kondisi wabah Virus Corona (Covid-19), bacaan doa qunut nazilah bisa ditambah dengan lafaz berikut:

Artinya: Ya Allah, hindarkanlah kami dari resesi ekonomi, bala, penyakit, kekejian, kemunkaran, peperangan, kesulitan-kesulitan dan berbagai petaka baik yang Nampak maupun tersebunyi. (dan) Dari negeri kami khususnya, serta dari negeri kaum muslim pada umumnya. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuuatu.

Akhirnya, kami mengajak kepada seluruh umat Islam untuk bersatu berdoa melakukan doa qunut nazilah. Semoga dengan wasilah qunut nazilah, Allah SWT segera mengangkat wabah virus Corona dari bumi pertiwi Indonesia, dan seluruh penjuru dunia. Aamin. (cm)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya