Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lailatul Qadar, Mungkinkah Semua Orang Mendapatkannya?

Lailatul Qadar, Mungkinkah Semua Orang Mendapatkannya?
A
A
A

Beberapa pendapat memang menyebutkan ada tanda-tanda tertentu yang bisa dilihat oleh orang yang diberikan kesempatan bertemu dengan malam mulia itu, di antaranya ia akan melihat pepohonan sujud, melihat cahaya yang sangat terang dan menyinari tempat-tempat yang gelap, mendengar salam dari malaikat, air asin terasa tawar dan lain sebagainya.

Tapi pendapat ini dibantah oleh Imam Thabari –Syaikhul Mufassirin-. Ia mengatakan:

إخفاء ليلة القدر دليل على كذب من زعم أنه يظهر في تلك الليلة للعيون ما لا يظهر في سائر السنة، إذ لو كان ذلك حقّا لم يخف على كل من قام ليالي السنة فضلا عن ليالي رمضان

Dirahasiakannya lailatul qadr menjadi bukti kebohongan orang-orang yang mengklaim bahwa pada malam itu akan tampak sesuatu yang tidak biasa. Karena, kalau hal itu benar, pasti tanda-tanda itu akan dilihat oleh setiap orang yang melakukan qiyam di setiap malam sepanjang tahun, terutama mereka yang melakukan qiyam di seluruh malam-malam Ramadhan.

Bantahan Imam Thabari ini dibantah lagi oleh Imam Ibnu al-Munayyir, salah seorang pensyarah Shahih Bukhari. Ia tidak setuju jika orang yang berpendapat bahwa ada tanda-tanda yang bisa dilihat oleh orang yang bertemu lailatul qadar disebut sebagai pembohong. Karena boleh jadi, mendapatkan malam mulia ini memang sebuah karamah yang diberikan Allah kepada orang-orang tertentu saja.

Tapi ia menegaskan, ini tidak berarti bahwa orang yang tidak melihat tanda-tanda tersebut berarti tidak mendapatkan lailatul qadr. Karena boleh jadi ada orang yang melakukan qiyam pada malam lailatul qadar tapi ia tidak melihat tanda sama sekali, karena ia fokus pada ibadah. Sementara ada orang yang mungkin saja melihat tanda-tanda tersebut tapi ia tidak beribadah sama sekali. Tentu orang pertama lebih baik dari orang kedua. Karena yang menjadi ukurannya adalah ibadah bukan melihat tanda-tanda.

Karena itulah al-Hafizh Ibnu Hajar lebih cenderung mengatakan bahwa tanda-tanda lailatul qadar itu tidak terlihat kecuali setelah malam itu berlalu (di pagi hari), sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ubay bin Ka’ab bahwa pada pagi lailatul qadr matahari akan bersinar dengan lembut, tidak panas terik.

Kalau demikian, apakah seseorang harus tahu kalau malam itu adalah lailatul qadr untuk mendapatkan keutamaannya? Ada dua pendapat dalam hal ini.

Pendapat pertama mengatakan tidak mesti. Seseorang tetap dikatakan mendapatkan lailatul qadar meskipun ia tidak tahu kalau malam itu adalah lailatul qadar. Di antara ulama yang berpendapat begini adalah Imam Thabari, al-Muhallab, Ibnu al-‘Arabiy dan beberapa ulama lainnya –رحمهم الله-.

Pendapat kedua mengatakan mesti. Menurut Ibnu Hajar, inilah pendapat kebanyakan ulama. Diantara dalil yang menguatkan pendapat mereka adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah –رضي الله عنه-, Rasulullah –صلى الله عليه وآله وسلم- bersabda:

مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَيُوَافِقُهَا إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ

“Siapa yang qiyam pada malam lailatul qadr, dan itu memang pas dengan malam itu, dengan didasarkan kepada keimanan dan keikhlasan, maka dosanya akan diampuni.”

Imam Nawawi mengatakan bahwa makna ‘يُوَافِقُهَا ‘ dalam hadits tersebut adalah ia tahu kalau malam itu adalah lailatul qadar. Namun, Ibnu Hajar mengatakan bahwa kata ini sesungguhnya sebagai tambahan penjelasan saja, karena seseorang tidak dikatakan mendapatkan lailatul qadr kalau bukan pada malam itu adalah lailatul qadr yang sesungguhnya. Jadi, baik ia tahu maupun tidak, kalau benar malam itu adalah malam lailatul qadr dan ia melaksanakan qiyam di malam itu, maka ia tetap mendapatkan keutamaan dan pahalanya yang banyak.-----

Implikasi dari perbedaan pendapat ini adalah apakah setiap orang yang melakukan qiyam di setiap malam Ramadhan, terutama pada sepuluh terakhir, pasti mendapatkan lailatul qadr?

Berdasarkan pendapat Imam Thabari, al-Muhallab, Ibnu al-‘Arabiy dan beberapa ulama lainnya, maka setiap orang yang melakukan qiyam pada seluruh malam Ramadhan, apalagi sepuluh malam terakhir, pasti akan mendapatkan lailatul qadr, meskipun ia tidak tahu kalau malam itu adalah lailatul qadar.

Hal ini diperkuat oleh hadits (maqthu’) yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa` dari Sa’id bin Musayyab –رحمه الله-, ia berkata:

من شهد العشاء ليلة القدر فقد أخذ بحظه منها

“Siapa yang menghadiri shalat Isya (secara berjamaah) pada malam lailatul qadr berarti ia telah mengambil bagiannya dari malam itu.”

Juga hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah –رضي الله عنه- :

من صلى العشاء الآخرة جماعة فى رمضان فقد أدرك ليلة القدر

“Siapa yang shalat Isya secara berjamaah di bulan Ramadhan maka sungguh ia telah mendapatkan lailatul qadr.”Hadits ini diriwayatkan oleh Abu asy-Syekh al-Ashbahani. Sayang, sanadnya lemah.

Sementara menurut pendapat kebanyakan ulama, termasuk diantaranya Imam Nawawi, tidak semua orang yang beruntung mendapatkan lailatul qadr meskipun ia melakukan qiyam setiap malam di bulan Ramadhan.

Hanya orang-orang pilihan saja yang akan beroleh malam penuh berkah itu. Bukti mereka memperolehnya adalah ketika mereka melihat tanda-tandanya. Oleh karena itu, boleh jadi ada dua orang yang sama-sama melakukan qiyam pada malam terjadinya lailatul qadr, tapi yang satu mendapatkannya sementara yang satu lagi tidak. Jadi ini lebih bersifat karamah yang diperuntukkan Allah –عز وجل- bagi hamba-hamba-Nya pilihan.

Dari sini maka Imam as-Subki mengatakan, siapa yang diberi karunia mendapatkan lailatul qadr, dengan melihat tanda-tandanya, sebaiknya ia merahasiakan hal itu dan tidak membeberkannya pada siapapun. Karena ini adalah karamah, dan sebuah karamah tidak semestinya disampaikan pada siapapun untuk menjaga diri dari ‘ujub, riya, sibuk melihat karamahnya sehingga melupakan Sang Pemberi karamah, atau kemungkinan akan ada orang yang dengki (hasad), dan seterusnya.

Berapa lama rentang waktu lailatul qadar?

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement