Wamenag Minta Umat Islam Bersabar, Keselamatan Lebih Penting Ketimbang Ibadah di Masjid

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 17 Mei 2020 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 17 614 2215484 wamenag-minta-umat-islam-bersabar-keselamatan-lebih-penting-ketimbang-ibadah-di-masjid-pI0BKgmMaa.jpg Wamenag K.H Zainut Tauhid Sa'adi (Foto : kemenag.go.id)

Wakil Menteri Agama (Wamenag), K.H Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, dalam situasi Ramadhan di tengah wabah COVID-19 umat Islam harus bersabar, demi membantu penyebaran virus. Keselamatan lebih penting ketimbang ibadah di masjid, sehingga ibadah di rumah saja menjadi poin penting yang harus konsisten dilaksanakan.

"Amaliah Ramadhan tidak hanya itikaf, ada tadarus. Kami tetap menganjurkan jika kondisi COVID-19 masih belum menunjukan tanda-tanda selesai, diharapkan umat Islam melaksanakan ibadah di rumah itu lebih baik karena kita menghindari terjadinya penularan transmisi satu dan lainnya. Insya Allah ibadah di rumah tadarus atau qiyamul lail pahalanya tidak berubah. Dibanding di masjid yang ditakutkan adanya penularan," katanya kepada Okezone.

Wamenag

Wamenag melanjutkan, melakukan kegiatan ibadah di 10 hari akhir Ramadhan di masjid memang tidak dilarang, asalkan daerahnya aman. Misalnya di daerah yang benar-benar belum terpapar COVID-19 (zona hijau), atau komplek perumahan yang sekiranya tidak terjadi lalu lalang masyarakat yang bergantian.

Meski zona hijau dipersilakan untuk melakukan aktifitas di masjid, namun tetap saja harus menjaga diri dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah atau daerah setempat. Kenapa? karena lagi-lagi keselamatan lebih penting ketimbang ibadah di masjid.

"Tetap juga harus melaksanakan protokol kesehatan dengan tepat. Misalnya penggunaan masker, physical distancing, dan cuci tangan sebelum masuk masjid, membersihkan diri dengan air yang mengalir," ucapnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Begitu juga dengan mudik, masyarakat diminta untuk bersabar dan tidak keluar dari zona merah atau wilayah yang terpapar parah COVID-19. Sebab khawatir tanpa disadari akan menyebarkan virus tersebut ke daerah-daerah.

"Mudik sebaiknya tidak dilaksanakan dulu. Sekarang ini gejala penularan itu justru di daerah, khawatir kita yang berada di zona merah datang di zona hijau akan terjadi penularan,” ucapnya.

Wamenag

Wamenag mengatakan, ada hadist yang menyebutkan jika orang itu tetap bersabar, tawakal dengan diam di rumah saja maka pahalanya seperti orang yang mati syahid atau meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah.

“Jadi saya katakan tidak menularkan itu bagaikan jiwa seperti jihad, dan menjaga diri adalah kewajiban,” pungkasnya. (hel)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya