Sebagai mahasiswa di Amerika Serikat, Irwan sering mengikuti kegiatan yang diadakan oleh organisasi kampus, Muslim Students’ Association atau MSA, termasuk kegiatan di bulan suci Ramadhan tahun lalu, seperti buka puasa bersama dan pengajian. Selain pengajian daring, untuk tahun ini MSA mengadakan kegiatan menarik di media sosial.
"Di Instagram itu mereka buat 'Share Your IFTAR' gitu. Jadi kita foto iftar kita dan berbagi gitu, maksudnya berbagi gambar dengan budaya masing-masing, iftar itu seperti apa," jelas Irwan.
Baca juga: Sholat Idul Fitri di Rumah & Bermaafan via Medsos demi Keselamatan Bersama
Selain kegiatan ibadah Ramadhan, baru-baru ini Satgas Covid-19 Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat atau Permias di tingkat nasional mengadakan acara bincang kesehatan bertajuk 'Sehat dan Bugar Selama dan Setelah Ramadhan' yang ditujukan kepada pelajar serta masyarakat Indonesia di Negeri Paman Sam.
Acara yang dilakukan melalui aplikasi pertemuan virtual ini menghadirkan dr Gaga Irawan Nugraha, seorang dokter spesialis gizi klinik staf pengajar Fakultas Universitas Padjajaran, Bandung.
Mahasiswi S-2 Jurusan Kesehatan Publik di Columbia University di New York, Denita Utami, yang juga anggota Satgas Covid-19 Permias Nasional Koordinator bidang promosi kesehatan, menjadi moderator untuk acara tersebut.
"Jadi dengan banyaknya informasi seputar covid-19, kami ingin masyarakat juga tetap memerhatikan kesehatan dan kebugaran tubuhnya, terutama terkait gizi atau nutrisi dan aktivitas fisik pada saat puasa Ramadhan dan juga setelah puasa Ramadhan ini berakhir," jelas perempuan yang berprofesi sebagai dokter umum di Indonesia ini.
Baca juga: MUI Jateng Imbau Umat Islam Salat Idul Fitri di Rumah
Satu tantangan yang dihadapi oleh Denita dan tim penyelenggara adalah perbedaan waktu antara Amerika Serikat dan Indonesia, mengingat narasumbernya kali ini berdomisili di Tanah Air.
"Karena di (AS) orang-orang mau mempersiapkan berbuka puasa, di Indonesia justru mereka baru selesai sahur. Jadi tantangan terbesarnya adalah untuk mempersiapkan waktunya agar pas di Amerika Serikat dan juga di Indonesia," ujar mahasiswi yang baru pindah ke AS pada Agustus 2019 itu.