Acara ini mendapat tanggapan yang positif dan topik yang diangkat dianggap cukup menyegarkan, karena topiknya lebih umum, mudah dicerna, dan terasa lebih ringan.
Menurut Denita, ajang yang satu ini tidak hanya menjadi tempat untuk menambah pengetahuan di bidang kesehatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa di berbagai penjuru.
Baca juga: YouTuber Arab Bakal Pecahkan Rekor Dunia Buka Puasa Bersama
"Karena dilakukan secara online, ini juga merupakan kesempatan bagi teman-teman dari Permias untuk berkumpul, dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat, dan juga teman-teman dari negara lain di PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) dunia. Untuk bisa berkumpul tanpa harus hadir langsung secara fisik," tambahnya.
Tahun ini merupakan pertama kalinya bagi Denita menjalankan ibadah puasa di Amerika Serikat. "Aku alhamdulillah lancar, karena kuliah online dan dari rumah, jadi engga terasa capek, walaupun lebih lama dari di Indonesia," katanya.
Baca juga: Zakat Boleh Dilebihkan dan Tanpa Ijab Kabul Secara Fisik
Memang kini suasananya berbeda. Namun, walau tidak bisa berbuka puasa bersama dan beribadah bersama teman-teman di bulan Ramadan, lewat pertemuan secara daring, para mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat masih tetap bisa menjalin komunikasi dan berbagi cerita serta ilmu dari rumah masing-masing.
(Hantoro)