Ayat ini menjadi kata kunci dan solusi ketika Allah SWT memberikan kemenangan kepada kita adalah bersyukur. Bukan dengan cara membanggakan diri, berkacak pinggang, dan menepuk dada. Pada sebagain tabiat manusia disaat diberi keberhasilan dan kemenangan adalah dengan melakukan euforia yang berlebihan, melakukan yel yel kegembiraan dengan teriakan dan luapan.
Rasulullah SAW pada peristiwa Fathu Mekkah berjalan memasuki Mekkah dengan menundukan kepala serta merendahkan jiwa dan raga di hadapan para sahabat mulia. Inilah Adab sang Nabiyullah mulia dalam menghadapi kemenangan Fathu Mekkah yang perlu menjadi teladan kita semua.
Ber-tasbih, ber-tahmid dan ber-Ishtigfar merupakan adab seorang hamba yang beriman menjadi keharusan dalam mendapat kenikmatan kemenangan serta mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT. Yaitu dengan menyucikan Asma dan sifat sifat Allah yang mulia nan baik (Asmaul Husna).
Kemenangan demi kemenangan yang telah didapat, jangan sampai membuat khilaf . Justru membuat kita Insaf bahwasanya waktu yang telah ditentukan akan segera tiba dan menghampiri kita semua, maka bersiaplah menuju hari pertemuan dengan sang maha kuasa (Allah SWT).
Ampunan Allah begitu luas kasih-Nya, akan diberikan kepada siapa saja yang terus rajin dan istiqamah dalam ber-tasbih, ber-tahmid, dan ber-istigfar kepada.Allah akan memberikan taubat kepada siapa hamba hambaNya yang dikehendaki karena dia (Allah) sebaik baik Dzat yang menerima pertaubatan hambanya dan mengampuni dosa dosa hambanya. Innahu kaana Tawwaba.
Semoga dengan Tasbih, Tahmid, Istigfar yang terus dilakukan menjadikan kita terus menyemai kemenangan kemenangan berikutnya. Amien
Oleh : Ahmad Fihri, MA
Dai Ambassador Dompet Dhuafa
(Muhammad Saifullah )