Karakteristik Kemenangan Histori Penaklukan Mekkah di Bulan Ramadhan

Kamis 21 Mei 2020 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 21 330 2217333 karakteristik-kemenangan-histori-penaklukan-mekkah-di-bulan-ramadhan-AUafC1uGzV.jpg Peristiwa Penaklukan Mekkah

Ramadhan, sebagai bulan keberkahan dengan amalan amalan mulia, tentu juga menjadi catatan sejarah paling luar biasa. Perang Badar yang terjadi di tahun 2 Hijriyah merupakan salah satu bukti keberkahan Ramadhan.

Padahal saat itu jumlah kaum muslimin hanya ratusan di banding lawan yang memiliki jumlah banyak dan perlengkapan yang memadai. Selain itu. ada peristiwa yang heroik yaitu; Kemenangan Fathu Makkah yang diraih oleh kaum muslimin juga pada tahun ke 8 Hijriyah merupakan peristiwa yang terjadi di bulan suci Ramadhan. Inilah keberkahan Ramadhan yang Allah karuniakan kepada Ummat Islam.

Penaklukan kota Mekkah sendiri berlangsung pada bulan suci Ramadhan tahun 8 Hijriyyah sebagaimana Ibnu Abbas dan Ibnu Musayyib mengatakan terjadi pada bulan Ramadhan.Rasullah SAW bersabda : “Penaklukan kota Makkah terjadi pada bulan Ramadhan “ (HR.Bukhari, no.4275)

(Baca Juga : Heboh Habib Bahar bin Smith, Apa Beda Habib, Syarif dan Syarifah?)

Pembesar pembesar Arab saat itu begitu bangga dengan keislaman umat islam ketika Fathu Makkah. Mereka mengatakan : “Jika seseorang meraih kemenangan ketika Fathu Makkah, maka berarti ia adalah seorang Nabi”. Lantas ketika itupun banyak yang masuk islam selama dua tahun, hampir seluruh Jazirah Arab beriman. Tidak tersisa di beberapa kabilah Arab kecuali mereka pun masuk Islam.

Atas karunia kemenangan ini Allah mengabadikan kisahnya yang terurai dalam QS An Nashr :

إذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّباً (3)

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS. An-Nashr: 1-3)

(Baca Juga : Kisah Wanita Inggris di Zaman Ratu Victoria, Masuk Islam Usai Bertemu Paus)

Surat An Nashr ini merupakan kabar gembira untuk Nabi SAW terhadap seluruh bangsa Arab, pemberitahun ajal Nabi yang semakin dekat dan persiapan untuk beralih menuju kekasih tertinggi dengan senantiasa bertasbih, bertahmid dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam tafsirnya, terkait perintah setelah terwujudnya kemenangan dan penaklukan adalah perintah Allah untuk Rasulnya agar bersyukur kepada Allah atas hal itu serta memahasucikan dengan memuji-Nya dan memohon ampunan kepada-Nya ,Dan inilah sejatinya sebagai tipologi Kemenangan.

(Baca Juga : Arab Saudi Lockdown, Tak Ada Sholat Idul Fitri di Masjidil Haram)

Karena pertolongan, kemenangan, kejayaan, keberhasilan, kebahagian itu semuanya bersumber dari Allah SWT. Pertolongan dan kemenangan itu tidak laik terjadi karena Taufiq (karunia), Tautsiq (keyakinan), dan Tauqif (Penetapan) dari Allah SWT ( Syaikh.Dr.Salman Al Audah dalam kitabnya Isyraqaat Quraniyyah dalam pembahasan QS An Nashr).

Itulah mengapa ujung ayat QS AN Nashr adalah bentuk perintah yang didahului dengan huruf Fa : فَسَبّحْ , maka bertasbihlah ! sebagaimana ayat ini :

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّباً

“Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS. An-Nashr:3)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ayat ini menjadi kata kunci dan solusi ketika Allah SWT memberikan kemenangan kepada kita adalah bersyukur. Bukan dengan cara membanggakan diri, berkacak pinggang, dan menepuk dada. Pada sebagain tabiat manusia disaat diberi keberhasilan dan kemenangan adalah dengan melakukan euforia yang berlebihan, melakukan yel yel kegembiraan dengan teriakan dan luapan.

Rasulullah SAW pada peristiwa Fathu Mekkah berjalan memasuki Mekkah dengan menundukan kepala serta merendahkan jiwa dan raga di hadapan para sahabat mulia. Inilah Adab sang Nabiyullah mulia dalam menghadapi kemenangan Fathu Mekkah yang perlu menjadi teladan kita semua.

Ber-tasbih, ber-tahmid dan ber-Ishtigfar merupakan adab seorang hamba yang beriman menjadi keharusan dalam mendapat kenikmatan kemenangan serta mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT. Yaitu dengan menyucikan Asma dan sifat sifat Allah yang mulia nan baik (Asmaul Husna).

Kemenangan demi kemenangan yang telah didapat, jangan sampai membuat khilaf . Justru membuat kita Insaf bahwasanya waktu yang telah ditentukan akan segera tiba dan menghampiri kita semua, maka bersiaplah menuju hari pertemuan dengan sang maha kuasa (Allah SWT).

Ampunan Allah begitu luas kasih-Nya, akan diberikan kepada siapa saja yang terus rajin dan istiqamah dalam ber-tasbih, ber-tahmid, dan ber-istigfar kepada.Allah akan memberikan taubat kepada siapa hamba hambaNya yang dikehendaki karena dia (Allah) sebaik baik Dzat yang menerima pertaubatan hambanya dan mengampuni dosa dosa hambanya. Innahu kaana Tawwaba.

Semoga dengan Tasbih, Tahmid, Istigfar yang terus dilakukan menjadikan kita terus menyemai kemenangan kemenangan berikutnya. Amien

Oleh : Ahmad Fihri, MA

Dai Ambassador Dompet Dhuafa

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya