Puasa Syawal dan Utang Ramadhan, Bolehkah Digabung?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 614 2220176 puasa-syawal-dan-utang-ramadhan-bolehkah-digabung-eckkJHtza7.jpg Ilustrasi puasa. (Foto: Freepik)

UMAT Islam diimbau melanjutkan puasa sunah Syawal usai menjalani bulan suci Ramadhan. Pasalnya, puasa Syawal akan menggenapkan pahala puasa selama satu tahun penuh.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّأَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍكَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR Muslim)

Namun, bagaimana jika masih punya utang puasa Ramadhan? Apakah boleh menggabungkannya dengan puasa Syawal?

Ilustrasi buka puasa. (Foto: Istimewa)

Puasa Syawal memang sangat disunahkan, tapi bagi mereka yang memiliki utang puasa Ramadhan, dianjurkan untuk meng-qadha-nya terlebih dahulu.

"Setelah utang puasa Ramadhannya terbayar, maka dia boleh melanjutkannya dengan puasa sunah Syawal," ungkap Ustadz Fauzan Amin melalui pesan singkat kepada Okezone.

Penjelasan tersebut juga sejalan dengan pernyataan di dalam Kitab Mughnil Muhtaj, juz I, hal 654:

ولو صام في شوال قضاء أو نذرا أو غير ذلك ، هل تحصل له السنة أو لا ؟ لم أر من ذكره ، والظاهر الحصول. لكن لا يحصل له هذا الثواب المذكور خصوصا من فاته رمضان وصام عنه شوالا ؛ لأنه لم يصدق عليه المعنى المتقدم ، ولذلك قال بعضهم : يستحب له في هذه الحالة أن يصوم ستا من ذي القعدة لأنه يستحب قضاء الصوم الراتب ا هـ

"Kalau seseorang meng-qadha puasa, berpuasa nazar, atau berpuasa lain di bulan Syawal, apakah mendapat keutamaan sunah puasa Syawal? Saya tidak melihat seorang ulama berpendapat demikian, tetapi secara zahir, dapat. Tetapi memang dia tidak mendapatkan pahala yang dimaksud dalam hadis khususnya orang luput puasa Ramadhan dan meng-qadha-nya di bulan Syawal karena puasanya tidak memenuhi kriteria yang dimaksud. Karena itu sebagian ulama berpendapat bahwa dalam kondisi seperti itu dia dianjurkan untuk berpuasa enam hari di bulan Dzulqa'dah sebagai qadha puasa Syawal."

Lebih lanjut, menurut pandangan Al Hafidz Ibnu Hajar, meniatkan puasa Syawal dan qadha puasa Ramadhan sekaligus adalah tidak boleh. Sebab, puasa syawal adalah satu bentuk ibadah tersendiri yang hukumnya sunah.

"Sedangkan untuk qadha puasa Ramadhan adalah ibadah tersendiri yang hukumnya wajib," tegasnya.

Jadi dapat disimpulkan, menggabungkan niat membayar puasa Ramadhan dengan puasa Syawal itu tidak diperbolehkan. Sebab, puasa Ramadhan dan Syawal memiliki nilai berbeda di mata Allah Subhanahu wa ta'ala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini