Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lebaran, Kedermawanan dan Spirit Bangkit Pelaku UMKM

Lebaran, Kedermawanan dan Spirit Bangkit Pelaku UMKM
A
A
A

Penulis coba mengulas tentang program bagus pemerintah terkait dengan isu perlindungan kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sebagaimana kita tahu Presiden telah menyatakan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana Rp125 Triliun untuk pemulihan ekonomi, khususnya UMKM terdampak Covid-19. Namun demikin, kondisi riil di bawah narasi yang sedemikian bagus dan komprehensif ternyata sangat jauh dari harapan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM terdampak Covid-19.

Sebagai orang yang mengayomi banyak kelompok UMKM, penulis menyaksikan dengan kepala mata sendiri bahwa telah terjadi ketimpangan distribusi program releksasi dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang belum tepat sasaran.

Atas fakta yang terjadi itu, penulis jadi bertanya-tanya, bagaimana para pelaku UMKM bisa adaptasi dengan keadaan dan akan bisa hidup normal disaat pandemik seperti saat ini.

Penulis pun meyakini, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang punya keimanan dan punya daya juang yang sangat hebat. Terlebih para pelaku UMKM yang selama ini hanya dijadikan objek derita oleh para oknum yang sombong dan hanya mementingkan dirinya sendiri.

Allah berfirman: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui (QS Albaqarah: 261).

Firman Allah itu sangat melekat dan menjadi keyakinan yang sangat dalam bagi masyarakat pelaku usaha UMKM. Meski dalam keadaan yang amat terbatas, dan jauh dari pemberitaan media, di saat Covid-10 ini, jiwa kedermawanan setiap pelaku UMKM terus tumbuh saling menguatkan.

Ibaratnya setiap tanaman benih akan tumbuh menjadi 7 ranting dan setiap ranting itu berbuah 100 biji dan yang paling mereka harus yakini Allah akan melipatgandakan hasil atau buah itu hingga tidak terhingga.

Di momentum pandemik Covid-19 ini, para pelaku UMKM harus bangkit dengan segala keterbatasaanya. Selain keyakinan tentang kemauan sedekah, kedermawanan antar pelaku UMKM akan menjadi washilah (perantara) untuk lepas dari krisis dan kesulitan menjalankan usahanya. Tak perlu menunggu kita jauh dari kesusahan untuk saling berbagai dan membantu. Allah sendiri menjanjikan jalan menuju kaya adalah kedermawanan itu sendiri.

Para Pelaku UMKM sebagai kelompok yang paling terdampak wabah Covid-19, harus terus optimis dan menjaga spirit untuk bangkit bersama-sama. Dengan kenormalan baru (the new normal), memeras otak dan mencari taktik yang sarat kreativitas untuk menjadi pemenang menghadapi wabah global ini.

Insya Allah dari proses perjalanan 30 hari berpuasa di saat yang istimewa (Covid-19) ini, kita mendapat hadiah takwa-Nya dengan membangkitkan optimisme. Membangun setiap UMKM yang digeluti agar tetap eksis, menebar manfaat dan membantu negara agar lepas dari krisis.

Semoga Allah senantiasa meridhoi segala ikhitiyar kita semua. Di tengah krisis kita menggali nilai-nilai ajaran Islam dengan mengamalkan kedermawanan, optimisme dan melangsungkan kenormalan baru (the new normal) UMKM di Indonesia. Wallahua'lam bisshowab.

Oleh : Nur Rohman

Penulis adalah Presiden Santri Milenial Centre (Simac) dan CEO Kopi Abah

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement