Hargai dan Cintai Istrimu dengan Berpedoman pada 13 Hadits Nabi

Ragiel Try Julianto, Jurnalis · Kamis 28 Mei 2020 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 28 614 2220723 hargai-dan-cintai-istrimu-dengan-berpedoman-pada-13-hadits-nabi-fVEXWjgQQb.JPG Ilustrasi (Foto: Ist)

DALAM Islam, hubungan antara suami dan istri adalah ikatan yang kuat untuk dipupuk dengan kebaikan, cinta dan belas kasih. Allah SWT dengan tegas menyebutkannya dalam Alquran sebagai salah satu tanda keagungan-Nya di dunia:

“Dan dari tanda-tanda-Nya adalah bahwa Dia menciptakan untukmu dari temanmu agar kamu menemukan kedamaian di dalamnya; dan Dia menempatkan di antara Anda kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya pada hal itu ada tanda-tanda bagi orang yang memikirkan” (Ar-Rum 30: 21).

Nabi Muhammad SAW adalah panutan bagi setiap muslim dalam semua aspek kehidupan. Ketika kamu membaca tentang perlakuan Nabi terhadap istri-istrinya, kamu akan kagum dengan tingkat perhatian, kelembutan, cinta, dan kasih sayang yang ditunjukkannya kepada mereka.

Berikut hadits penting dan bermanfaat bagi kamu agar lebih menghargai dan mencintai istri dengan kelembutan cinta dan kasih sayang seperti ajaran Nabi SAW:

Dia layak dapat perlakuan terbaik

1. Abu Hurairah ra menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengatakan:

"Yang paling lengkap dari orang percaya dalam iman, adalah orang dengan karakter terbaik. Dan yang terbaik dari Kamu adalah mereka yang terbaik untuk wanita mereka. "(At-Tirmidzi dan disahkan oleh Al-Albani).

2. Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa Nabi SAW berkata:

"Yang terbaik di antara kamu adalah yang terbaik terhadap istrinya, dan aku yang terbaik dari kamu untuk istriku," (Ibnu Majah dan disahkan oleh Al-Albani).

3. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Seorang yang beriman tidak boleh membenci seorang wanita yang beriman (yaitu, istrinya); jika dia tidak menyukai salah satu sifatnya dia akan senang dengan yang lain,"(HR. Muslim).

4. Abdullah ibnu Amr ibn Al-Ash ra menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW mengatakan: “Dunia hanyalah kenikmatan (berlalu cepat); dan kesenangan dunia yang terbaik adalah (memiliki) istri yang sholeh,” (HR. Muslim).

Ilustrasi

Ekspresikan cintamu

5. Sayyidina Anas ra meriwayatkan bahwa Nabi SAW ditanya, "Wahai Rasulullah, yang mana dari orang-orang yang paling kamu sayangi?"

Beliau menjawab: 'Aisyah' Dia ditanya, "Dan di antara laki-laki?" Dia berkata: 'Ayahnya',' jawab Rasul. (Ibnu Majah dan disahkan oleh Al-Albani).

6. Aisyah binti Abu Bakar Shiddiq ra berkata: "Saya tidak pernah merasa cemburu pada salah satu istri Nabi kecuali Khadijah, meskipun saya belum pernah melihatnya,".

Dia menambahkan, "Ketika Utusan Allah menyembelih seekor domba, dia berkata: Kirim ke teman-teman Khadijah,".

Suatu hari Aisyah menyebutkan Khadijah dengan cara yang membuat Nabi marah. Dia mengatakan kepada Aisyah: "Aku telah diberikan cintanya (oleh Allah),".

Membangun cinta menjadi tindakan

7. Aisyah binti Abu Bakar melaporkan bahwa Rasulullah SAW akan memberinya bejana untuk diminum, ketika dia sedang menstruasi, maka dia akan mencari tempat di mana dia telah meletakkan bibirnya dan meletakkannya bibir di tempat yang sama (An-Nasa'i dan disahkan oleh Al-Albani).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

8. Anas meriwayatkan bahwa Nabi memiliki tetangga Persia yang pandai memasak sup. Suatu hari dia menyiapkan sup dan mengundang Nabi ke sana. Aisyah hadir sehingga Nabi menyarankan kepada tetangga agar dia bergabung dengan mereka. Tetangga itu menolak untuk memasukkannya dalam undangan. Nabi pun menolak undangan itu.

Orang Persia itu kembali memberi undangan eksklusif untuk Nabi yang, sekali lagi, menolak undangan itu. Dalam upaya ketiga, tetangga Persia mengundang Nabi dan istrinya, 'Aisyah ra. Kemudian, Nabi menerima undangannya dan pergi bersama Aisyah ke rumah pria itu. (Muslim).

9. Al-Aswad bertanya pada Aisyah tentang apa yang biasa dilakukan Nabi di rumah. Dia menjawab. "Dia dulu melayani rumah tangganya tetapi ketika tiba waktunya untuk sholat, dia akan bangun untuk sholat," (Al-Bukhari).

Bersenang-senanglah dengan istrimu

10. Aisyah melaporkan bahwa dia menemani Nabi SAW dalam perjalanan ketika dia masih langsing. Nabi mengatakan kepada orang-orang untuk bergerak maju dan kemudian dia meminta Aisyah untuk berlomba dengannya. Mereka berlomba dan Aisyah menang.

Dalam perjalanan selanjutnya, ketika Aisyah telah telah bertambah berat bobot tubuhnya, Nabi menyuruhnya untuk balapan dengannya lagi. Dia menolak, "Bagaimana saya bisa balapan dengan Kamu saat saya dalam kondisi seperti itu?".

Nabi bersikeras dan mereka memang memiliki ras. Nabi menang kali ini. Dia tertawa saat itu dan berkata, "Sekarang, kita genap," (Diotentikasi oleh Al-Albani).

11. Aisyah Binti Abu Bakar melaporkan: Itu adalah hari `Idul Fitri dan beberapa orang Ethiopia bermain dengan perisai dan tombak. Entah saya meminta pesan dari Allah atau dia sendiri bertanya apakah saya ingin melihat tampilan. Saya menjawab dengan tegas.

Lalu dia membiarkan saya berdiri di belakangnya; pipiku menyentuh pipinya dan dia berkata, "Lanjutkan, O Bani Arfida (misal: orang Ethiopia)!" Ketika saya lelah, dia bertanya apakah itu cukup. Saya menjawab setuju dan dia menyuruh saya pergi. (Al-Bukhari).

Cinta itu melampaui waktu

12. Anas ibnu Malik (semoga Allah meridhoi mereka) meriwayatkan bahwa ketika sesuatu dibawa ke Nabi SAW dan ia akan berkata: "Bawalah ke sana-sini karena dia adalah teman Khadijah (istrinya yang sudah meninggal) ..." (Disahkan oleh Al-Albani).

13. Aisyah Binti Abu Bakar (semoga Allah meridhoi mereka) melaporkan: Suatu hari, Halah binti Khuwailid (saudara perempuan dari istri pertama Nabi, Khadijah) meminta izin untuk masuk. Nabi mengenali dan mengingat cara Khadijah ketika dia meminta izin untuk masuk. Jadi, dia sangat tersentuh dan berkata, "Ya Allah, semoga dia menjadi Halah binti Khuwailid!" (Al-Bukhari dan Muslim).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya