Perkara yang Wajib Dilakukan Saat Mandi Besar

Jum'at 29 Mei 2020 00:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 28 616 2221183 perkara-yang-wajib-dilakukan-saat-mandi-besar-sAL8WFGX6k.jpg Perkara yang wajib dilakukan saat mandi besar (Foto: Boldsky)

Mandi besar atau mandi wajib adalah salah satu sarana untuk mensucikan diri dari hadats besar. Dalam syari’at Islam ada empat perkara yang menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hadats besar yaitu keluar mani, haid, nifas, jima’ dan melahirkan.

Perintah Allah terkait wajibnya mandi besar ini terdapat dalam surat al-Maidah ayat 6:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟…

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah...”

Ada dua perkara yang wajib dilakukan bagi orang yang sedang melakukan mandi besar agar mandinya sah dan suci dari hadats, yaitu niat dan meratakan air ke seluruh anggota tubuh.

Apabila dua hal ini sudah dilakukan, maka orang tersebut sudah kembali dalam keadaan suci dan diperbolehkan melaksanakan perkara-perkara yang tadinya dilarang bagi orang yang berhadats besar. Hal ini sebagaimana termaktub dalam kitab Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin Ahmad al-Malibary.

Sang muallif juga menjelaskan bahwa niat harus dilakukan bersamaan ketika air pertama kali dibasuhkan ke badan. Jika niat dilakukan setelah air dibasuhkan ke sebagian anggota tubuh, maka ia harus mengulangi basuhan pada anggota tubuh yang telah dibasuh sebelum ia niat. Adapun niat cukup dilafalkan di hati saja dengan kalimat sebagai berikut:

نَوَيتُ الغُسلَ لِرَفعِ الحَدَثِ الأَكبَرِ لِلَّهِ تَعَالى

“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar karena Allah Ta’aalaa”

Seseorang yang sedang melakukan mandi besar harus memastikan air telah mengalir secara merata ke seluruh bagian tubuh. Dari kulit, bawah kuku, rambut, serta area kemaluan perempuan yang (sekiranya) terlihat saat ia duduk jongkok. Begitu juga dengan laki-laki, ia harus memastikan air membasuhi bagian dalam kuncup penis bagi yang belum khitan.

Tidak diwajibkan untuk berkumur dan menyerap (memasukkan) air ke dalam hidung. Dua hal ini hukumnya sunnah untuk dilakukan pada saat mandi besar bahkan makruh apabila ditinggalkan. (I’anahThalibinjuz 1)

Wallahu a’lam wa ahkam

Oleh: Agustini Nurur Rohmah

*Penulis adalah Ketua Kopri PKC PMII DKI Jakarta, Pengurus Perkumpulan Alumni Maroko, Awardee Unusia International Student at Abdelmaleek University Morocco dan Alumni Pondok Pesantren Mazro’atul Ulum Lamongan

(ful)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini