Bolehkah Mencicil Mahar Pernikahan?

Senin 08 Juni 2020 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 614 2226178 bolehkah-mencicil-mahar-pernikahan-5ysM9RV2JT.jpg Ilustrasi mahar pernikahan. (Foto: Dok Okezone)

MAHAR adalah suatu pemberian yang wajib diberikan oleh laki-laki sebagai simbol ketulusan hati untuk menimbulkan rasa cinta kasih bagi perempuan yang hendak dinikahi. Syeikh Abdurrahman al Jaziri dalam kitabnya Fiqh 'Ala Madzhabi al Arba'ah mendefinisikan mahar atau maskawin sebagai nama dari suatu benda yang waijb diberikan oleh seorang laki-laki kepada perempuan yang disebutnya dalam akad nikah sebagai pernyataan persetujuan antara keduanya untuk hidup bersama sebagai suami-istri.

Meskipun bukan termasuk rukun nikah, mahar menjadi sesuatu yang wajib diberikan oleh laki-laki kepada perempuan. Hal ini sesuai firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

و ءاتوا النساء صدقىتهن نحلة

Artinya: "Berikan mahar (maskawin) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan." (QS Surah An-Nisa: 4)

Pemberian mahar yang berlaku dalam tradisi mayoritas masyarakat di Indonesia biasanya dilakukan pada awal pernikahan, yakni ketika berlangsungnya prosesi akad nikah.

Lantas, bagaimana jika laki-laki tidak mampu memberikan mahar senilai yang diminta oleh perempuan? Bolehkah laki-laki tersebut mencicil mahar?

Pada prinsipnya mahar merupakan hak istri yang wajib diberikan oleh suami sebagai tanda keseriusan dan simbol kesanggupannya untuk menafkahi perempuan yang dinikahi selama mengarungi kehidupan berumah tangga.

Mahar yang diberikan kepada perempuan oleh laki-laki harus sesuai kesepakatan kedua pihak. Baik dalam segi jumlah maupun waktu penyerahannya.

Dalam Pasal 33 Ayat (1) dan (2) Kompilasi Hukum Islam (KHI) dijelaskan:

"Penyerahan mahar dilakukan secara tunai. Apabila calon mempelai wanita menyetuji, penyerahan mahar boleh ditangguhkan, baik untuk seluruhnya atau untuk sebagian. Mahar yang belum ditunaikan penyerahannya menjadi utang (calon) mempelai pria."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Jumhur ulama juga bersepakat bahwa pembayaran mahar boleh dicicil. Dalam Kitab Bidayatul Mujtahid, Imam Malik berpendapat bahwa diperbolehkan bagi calon suami untuk mencicil mahar, namun dalam jangka waktu terbatas dan jelas.

Meski demikian, pembayaran mahar akan lebih baik jika diserahkan di awal pernikahan. Bahkan, disunahkan bagi laki-laki yang belum melunasi mahar untuk tidak menggauli istrinya.

Akan tetapi jika dilihat dalam kacamata mubaadalah atau relasi kesalingan, sebenarnya permasalahan mencicil mahar bisa dibicarakan dan disepakati oleh kedua pihak (calon pasangan suami-istri) tanpa harus menjadikan beban bagi salah satu dari keduanya.

Wallahu a'lam wa ahkam

Oleh Agustini Nurur Rohmah

Penulis adalah Ketua Kopri PKC PMII DKI Jakarta, Pengurus Perkumpulan Alumni Maroko, Awardee Unusia International Student at Abdelmaleek University Morocco, Alumni Pondok Pesantren Mazro’atul Ulum Lamongan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya