Kapan Waktu Terbaik Mandi setelah Melahirkan?

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 616 2226190 kapan-waktu-terbaik-mandi-setelah-melahirkan-C0VJuPilHT.JPG KH. Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya (Foto: YouTube/@Al Bahjah TV)

SETIAP perempuan memiliki fitrah melahirkan seorang anak ke dunia. Allah Subhanahu wata'ala menempatkan wanita di tempat kedudukan mulia, karena kaum hawa lah yang melahirkan keturunan dan dari bawah telapak kakinya pula surga berada.

Sehingga seorang anak wajib berbakti kepada orangtua, terlebih kepada ibunya. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqaf ayat 15).

Setelah melahirkan, seorang perempuan muslim diwajibkan mandi. Ada dua mandi yang sejatinya dilakukan setelah perempuan menjalani proses persalinan yaitu mandi wiladah dan mandi besar usai nifas.

Baca juga: Poligami dengan 2 Istri, Bolehkah Lakukan Threesome?

Mandi besar diwajibkan lantaran saat perempuan melahirkan ia akan mengeluarkan darah dan tentunya janin. Keluarnya bayi dari kandungan dianggap sebagai hadats sehingga seorang wanita wajib melakukan mandi wiladah.

Wiladah berasal dari bahasa Arab yang artinya melahirkan. Mandi wiladah yaitu mandi yang wajib dilaksanakan setelah perempuan melahirkan bayinya. Ini merupakan cara mensucikan diri seorang wanita dari hadats besar atau darah yang dikeluarkan saat melahirkan. Lantas kapan tepatnya mandi ini dilakukan?

Wanita Mandi

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH. Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya mengatakan, salah satu sebab orang diwajibkan melakukan mandi besar ialah setelah melahirkan bayi atau bakal bayi baik melalui cara normal maupun caesar, bahkan yang keguguran sekalipun.

Namun, mandi besar bagi wanita setelah melahirkan baiknya dilakukan setelah berhenti keluar darah nifas.

"Jika memang wanita tidak tertumpangi nifas, maka bisa mandi setelah itu (setelah melahirkan). Tapi kalau sehabis melahirkan tersambung nifas, maka mandi saat nifas hukumnya haram. Bagi wanita yang melahirkan kalau ternyata ditumpangi nifas maka saat itu tidak boleh mandi besar, tunggu tuntas nifasnya. baru dia boleh mandi besar," ucap Buya Yahya dalam cuplikan tausyiah yang dikutip Okezone dari akun Instagram, @buyayahya_albahjah.

Baca juga: Bagaimana Hukum Wudhu di Kamar Mandi?

Dijelaskan bahwa mandi besar setelah nifas berbeda dengan mandi wiladah. Mandi wiladah disarankan untuk tidak ditunda karena dapat menyebabkan lupa di lain waktu, sehingga harus disegerakan. Sedangkan mandi besar wajib dilakukan setelah masa nifas selesai.

"Mandi besar tidak boleh (saat nifas), karena mandi besar mandi dengan niat. Tapi mandi untuk bersih diri, untuk mencuci rambutnya, keramas sampai bersih dianjurkan dan sunah," tuturnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dari keterangan Buya Yahya diambil kesimpulan bahwa mandi yang disyariatkan adalah mandi ketika masa nifas telah selesai atau mandi ketika darah nifas telah berhenti.

Syaikh ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al Khalafi dalam Kitab Al Wajiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitabil ‘Aziz menyebutkan bahwa nifas ada batas maksimalnya, yaitu 40 hari. Pendapat beliau berdasarkan hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha.

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berujar:

كَانَتِ النُّفَسَاءُ تَجْلِسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَرْبَعِينَ يَوْمًا

Artinya: "Wanita yang nifas, mereka tidak shalat di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 40 hari. (HR. Ibnu Majah, Ahmad 26584, Turmudzi 139, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya