Khotbah Sholat Jumat di Amerika Berisi Mengatasi Masalah Rasisme

Ragiel Try Julianto, Jurnalis · Sabtu 13 Juni 2020 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 13 614 2229528 khotbah-sholat-jumat-di-amerika-berisi-mengatasi-masalah-rasisme-TO1HYZEW6K.jpg Masjid di Amerika Serikat. (Foto: 5pillarsuk)

MASJID-masjid di seluruh wilayah Amerika Serikat diminta mengisi materi khotbah Sholat Jumat tentang mengatasi masalah rasisme dan larangan tindakan brutal.

Mengutip dari 5pillarsuk, Sabtu (13/6/2020), sebuah koalisi para pemimpin Muslim kulit hitam di California meminta organisasi-organisasi Islam turut menangani masalah rasisme melalui khotbah Sholat Jumat yang akan disiarkan secara langsung dampak penutupan sementara masjid akibat pandemi coronavirus disease (covid-19). 

Dipimpin oleh Imam Jihad Saafir dari pusat komunitas Kota Islah Lost Angeles, koalisi ini mengimbau Muslim non-kulit hitam mengambil serangkaian tindakan:

1. Menyusun surat solidaritas dengan komunitas kulit hitam yang terdampak tindak kekerasan.

2. Berkomitmen secara internal mengatasi anti-kulit hitam di wilayah masing-masing melalui pendidikan, dialog, diskusi, dan komitmen yang kuat terhadap akuntabilitas.

3. Bergabung dengan warga lokal untuk memperjuangkan keadilan bagi komunitas kulit hitam, termasuk seruan untuk bertindak, protes, dan lain-lain.

Menurut Religion News Service, kampanye ini tampaknya sedang berlangsung, mulai Georgia ke Seattle lalu Philadelphia.

Asosiasi Islam Texas Utara telah mengadakan serangkaian percakapan langsung tentang rasisme antara para pemimpin Muslim setempat. Khotbah Jumat sebelumnya juga berfokus pada pencegahan rasisme.

Di New Jersey, lebih dari 60 kelompok menandatangani pernyataan setuju untuk berkomitmen pada poin tindakan. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Di Bay Area, hampir 30 masjid ambil bagian dalam kegiatan pada 5 Juni. Dewan Islam California Utara adalah salah satu organisasi Muslim pertama yang menerbitkan pernyataan "solidaritas yang teguh" dengan warga Amerika kulit hitam.

"Kita semua terhubung melalui perjuangan historis yang panjang, menyakitkan, dan konstan untuk keadilan, keadilan, dan kesetaraan bagi semua," tulis kelompok itu yang dipimpin salah satu pendiri Zaytuna College, Hatem Bazian.

"Mari kita perjelas, kekerasan negara terhadap orang kulit hitam Amerika telah berlangsung terlalu lama dan tanpa akuntabilitas; waktunya untuk mengakhiri itu sekarang dan meminta perhatian mendesak kami." 

Islamic Center of Naperville dalam sebuah pernyataan menyatakan, "Saudara-saudari Afrika-Amerika kami telah didiskriminasi dan ditindas, dan merupakan tanggung jawab kita bersama untuk berdiri bersama mereka dan memastikan bahwa segala diskriminasi, rasisme, dan prasangka dihapuskan."

Lalu Islamic Society of Boston Cultural Center, yang memfokuskan khotbah Sholat Jumat pekan lalu tentang rasisme, menyatakan, "Kami sendiri menegaskan bahwa kami juga terikat oleh standar keadilan dan kesetaraan yang sama yang kami harap orang lain patuhi, karena seperti komunitas Amerika, komunitas Muslim Amerika juga menganggap keadilan sebagai suatu kebajikan."

Muslim kulit hitam diketahui ada sebanyak 20 persen dari populasi umat Islam di Amerika Serikat. Sementara warga Arab dan Asia Selatan merupakan mayoritas dari Muslim nonkulit hitam di sana. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya