7 Cara Tadarus Alquran dengan Tartil

Minggu 14 Juni 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 14 616 2229812 7-cara-tadarus-alquran-dengan-tartil-3GtSVee1Nt.jpg Ilustrasi tadarus Alquran. (Foto: Unsplash)

KITAB suci Alquran adalah petunjuk dan rahmat untuk alam semesta. Setiap Muslimin diperintahkan membaca, mempelajari, mengamalkan, serta mengajarkan ayat-ayat suci Alquran. Salah satu adabnya adalah membaca Alquran dengan tartil atau baik dan benar, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

"Dan bacalah Alquran itu dengan tartil." (QS Al Muzzammil: 4)

Mengutip dari Sindonews, Minggu (14/6/2020), sebenarnya ada empat tingkatan membaca Alquran yaitu tahqiq, tartil, tadwir, dan hadr. Namun kali ini akan diulas cara membaca dengan tartil karena lebih utama sesuai pesan dalam Alquran.

Banyak orang tadarus Alquran, tetapi Alquran sendiri melaknatnya. Hal ini terjadi karena tidak mengetahui dan tidak menjalankan kaidah serta adab-adabnya.

Tartil menurut arti kata adalah perlahan-lahan. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, tartil berarti membaca sesuai hukum tajwid. Membaca secara perlahan akan membantu seseorang untuk memahami dan mentadaburi maknanya.

Syeikh Abdul Aziz dalam tafsirnya menyebutkan bahwa arti asal tartil adalah membaca dengan terang dan jelas. Sedangkan menurut syariat adalah membaca Alquran dengan tertib.

7 Cara Tadarus Alquran dengan Tartil

1. Setiap huruf harus diucapkan dengan makhraj (tempat keluarnya huruf) yang benar, sehingga ط (tha') tidak dibaca تَ (ta) dan ضَ (dha') tidak dibaca ظ (zha).

2. Berhenti di huruf yang benar. Jangan memutuskan atau melanjutkan bacaan di huruf yang salah.

3. Membaca semua harakat dengan benar, yakni menyebut fathah, kasrah, dan dhommah sesuai perbedaan yang jelas.

4. Mengeraskan suara sampai terdengar telinga kita, sehingga Alquran dapat memengaruhi dan meresap ke hati.

5. Memperindah suara agar muncul rasa takut kepada Allah Subhanahu wa'ala, sehingga mempercepat pengaruh ke dalam hati. Orang yang membaca dengan rasa takut kepada Allah, hatinya akan lebih cepat tepengaruh serta menguatkan nurani dan menimbulkan kesan yang mendalam di hati.

6. Membaca dengan sempurna dan jelas setiap tasydid dan madnya. Jika membaca dengan lebih jelas, maka akan menimbulkan keagungan Allah Subhanahu wa ta'ala serta mempercepat masuknya kesan dalam hati.

7. Memenuhi hak ayat-ayat yang mengandung rahmat dan ayat-ayat azab.

Seseorang bertanya kepada Ummul Mu'minin, Ummu Salamah, "Bagaimanakah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam membaca Alquran?"

Ia menjawab, "Beliau menunaikan setiap harakatnya: fathah, dhammah, dan kasrah dibaca dengan sangat jelas. Juga setiap hurufnya dibaca dengan sangat jelas. Juga setiap hurufnya dibaca dengan terang dan jelas."

Membaca dengan tartil itu mustahab, walaupun tidak dipahami artinya.

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata, "Membaca Surah Al Qari'ah dan Idzaa Zulzilatil... dengan tartil lebih baik bagiku daripada membaca Surah Al Baqarah atau Ali Imran tanpa tartil."

Para ulama menjelaskan bahwa tadarus Alquran huruf demi huruf akan menaikkan derajat pembacanya setingkat demi setingkat, sehingga itu pula nanti derajatnya di surga.

Orang yang terpandai dalam Alquran, dialah yang tertinggi derajatnya. Derajat pembaca Alquran akan meningkat sesuai tingkat pemahaman bacaannya.

Demikian ulasan singkat mengenai cara membaca Alquran dengan tartil. Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan taufik hingga setiap Muslimin termasuk golongan ahlul-Quran.

Wallahu A'lam Bish-Showab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini