Terkait hal ini, ada sebuah kisah. Kebiasaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam melaksanakan Sholat Isya berjamaah di awal malam. Rasulullah rutinkan itu agar tidak memberatkan umatnya.
Tetapi suatu ketika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengakhirkan Sholat Isya hingga tengah malam. Para sahabat dengan setia menunggu di masjid sampai waktu tersebut.
Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam datang dan membesarkan hati para sahabatnya. Beliau berkata:
مَا يَنْتَظِرُهَا أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الأَرْضِ غَيْرَكُمْ
Artinya: "Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang menunggu Sholat Isya, selain kalian." (HR Bukhari 566 dan Muslim 638)
Ketika menjelaskan hadis ini, Ibnu Rajab mengatakan:
وفي هذا إشارة إلى فضيلة التفرد بذكر الله في وقت من الأوقات لا يوجد فيه ذاكر له ولهذا ورد في فضل الذكر في الأسواق ما ورد من الحديث المرفوع والآثار الموقوفة حتى قال أبو صالح: إن الله ليضحك ممن يذكره في السوق وسبب ذلك أنه ذكر في موطن الغفلة بين أهل الغفلة
Terdapat keterangan tentang keutamaan berzikir kepada Allah Subhanahu wa ta'ala di waktu-waktu tidak ada orang yang melakukannya. Karena itulah terdapat keutamaan besar untuk zikir ketika masuk pasar, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan keterangan sahabat.
Hingga Abu Sholeh mengatakan:
Artinya: "Sesungguhnya Allah tertawa terhadap orang yang berzikir ketika masuk pasar. Sebabnya adalah orang ini berzikir di tempat yang melalaikan, di tengah-tengah orang yang lalai untuk berdzikir kepada Allah." (Lathaif Al-Ma’arif halaman 131)