KEWAJIBAN puasa di bulan suci Ramadhan merupakan agenda seorang muslim di seluruh dunia yang dilakukan sebulan dalam tiap tahun. Lalu apabila ia melewatkan puasa tahun ini, misal, jika ia menjumpai Ramadhan tahun berikutnya dan belum sempat qada’, maka ia harus membayar fidyah.
Seperti keterangan dalam kitab I’anah al-Thalibin:
و) يجب (على مؤخر قضاء) لشئ من رمضان حتى دخل رمضان آخر (بلا عذر) في التأخير: بأن خلا عن السفر والمرض قدر ما عليه (مد لكل سنة) فيتكرر بتكرر السنين، على المعتمد
البكري الدمياطي، إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين، ٢٧٣/٢]
Wajib bagi seorang yang melewatkan qada’ tanpa uzur, seperti bepergian dan sakit. Kemudian ia menemui Ramadan yang lain, maka wajib membayar satu Mud pada tiap hari-hari yang ditinggalkan pada Ramadan itu. Aturan ini akan terus berlipat pada setiap tahun, jika belum sempat dibayar.
Lalu, bagaimana jika fidyah yang dibayarkan adalah uang atau harta orang tua?