Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Perjuangan Mansoor, Muslim Amerika Mantan Anggota Marinir

Kisah Perjuangan Mansoor, Muslim Amerika Mantan Anggota Marinir
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

USAI tragedi 11 September 2001, pandangan masyarakat dunia –khususnya Amerika Serikat– terhadap dunia Islam berubah. Hal itu tidak semakin baik dalam beberapa tahun belakangan. Pandangan tersebut nyatanya dirasakan mantan anggota Korps Marinir Amerika Serikat pemeluk agama Islam, Mansoor Tahir Shams, ketika masih bertugas dalam kesatuan militer itu.

Mansoor, yang mengabdi selama empat tahun di Korps Marinir, membagikan kisahnya ketika harus menghadapi perubahan sikap dari sebagian rekan kerjanya pascatragedi 11 September terkait identitasnya sebagai seorang Muslim. Ia kini menjadi seorang pengusaha sekaligus pemimpin Muslim di komunitasnya.

"Awalnya saya mengikuti suatu ujian-ujian standar, di mana hasilnya akan menentukan penempatan Anda, pekerjaan seperti apa yang Anda bisa dapatkan di kemiliteran. Entah kenapa yang membuat saya tertarik dengan Korps Marinir adalah karena mereka pasukan elite," ungkapnya, dikutip dari VOA, Sabtu (20/6/2020). 

"Saya ingin menjadi yang terbaik; dan yang terbaik adalah Korps Marinir. Itu yang kemudian membantu saya sukses dalam hidup, terutama jika dikaitkan dengan perdebatan saat ini. Tidak pernah terpikir bahwa keyakinan saya dan bergabungnya saya dengan Marinir atau identitas saya sebagai orang Amerika akan menjadi sebuah konflik kepentingan," lanjut Mansoor.

Setahun setelah ia bergabung, tragedi 9/11 terjadi, dan peristiwa itu berdampak terhadap dirinya.

"Secara pribadi, saya tidak pernah mengalami konflik kepentingan apa pun. Tentu saja orang-orang di sekitar saya –sesama anggota marinir, saya pikir, beberapa di antaranya berubah. Saya jadi tahu pola pikir mereka yang sebelumnya tidak saya sadari, mengaitkan Muslim dengan para pembajak pesawat dalam tragedi 11 September; lalu dengan bercanda menyebut seseorang sebagai Taliban atau teroris," paparnya.

"Seiring waktu saya perlu memberi mereka penjelasan, menghentikan semua itu; bahwa hal itu bukanlah jati diri saya, bukan ajaran agama Islam; bahwa saya cinta negeri ini seperti kalian; bahwa ada perbedaan besar antara apa yang terjadi pada 11 September dengan jati diri saya," ungkapnya. 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement