Siswa Madrasah Masuk Top 99 Inovator Pelayanan Publik

Minggu 21 Juni 2020 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 614 2233895 siswa-madrasah-masuk-top-99-inovator-pelayanan-publik-JOn4vPx3uq.JPG Siswi MAN 2 Kulonprogo, DIY (Foto: website Kemenag)

PERWAKILAN Kementerian Agama (Kemenag) masuk dalam 99 Top Inovasi Pelayanan Publik tahun 2020. Ajang tahunan tingkat nasional ini digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Keikutsertaan Kemenag diwakili oleh inovasi yang dibuat oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kulonprogo.

"Alhamdulillah, setelah melalui berbagai proses dan tahapan dalam mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2020, MAN 2 Kulon Progo berhasil menembus Top 99," ucap Kepala MAN 2 Kulonprogo, Khoiriyatun, seperti dikutip dari website Kemenag.

Baca juga: Baca Sholawat Ini jika Ingin Bermimpi Rasulullah

"Madrasah ini mengajukan proyek inovasi bertajuk Madrasah Aliyah Negeri dengan Modified Teaching Factory (MAN de MOTEFA), Menciptakan Madrasah Technopreneur," tambah Khoiriyatun.

Menurut Khoiriyatun, inovasi MAN 2 Kulonprogo berupa pengembangan kelas keterampilan yang wajib diikuti siswa. Ada lima kelas keterampilan yang melatih interpreneurship siswa, yaitu: desain komunikasi visual, tata busana, agribisnis pengolahan hasil pertanian, tata boga, dan teknik audio-video.

"Sudah banyak alumni siswa MAN 2 Kulonprogo yang bekerja di perusahaan besar sesuai bidang keahliannya. Hasil karya produksi siswa madrasah ini juga sudah banyak yang diterima dan dinikmati publik, baik berupa makanan, busana, atau lainnya," tuturnya.

Untuk masuk dalam Top 99, lanjut Khoiriyatun, MAN 2 Kulonprogo harus bersaing dengan 2.126 proposal untuk kelompok umum dari seluruh Indonesia. Top 99 itu sendiri terdiri dari 14 Kementerian, 11 Lembaga, 16 Pemerintah Provinsi, 42 Pemerintah Kabupaten, dan 16 Pemerintah Kota.

Setelah diumumkan, lanjut Khoiriyatun, Kemenpan RB mengundang masyarakat untuk memberikan opini terhadap inovasi yang masuk dalam Top 99. Opini tersebut bisa dalam bentuk dukungan maupun keberatan.

"Kami berharap dukungan dari keluarga besar Kemenag dan masyarakat terhadap inovasi MAN de MOTEFA," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini