Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Syekh Hanafiyah Abbas, Sosok Zuhud Pengkader Banyak Ulama di Aceh

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 23 Juni 2020 |13:14 WIB
Syekh Hanafiyah Abbas, Sosok Zuhud Pengkader Banyak Ulama di Aceh
ilustrasi (stutterstock)
A
A
A

Dan kemungkinan Syekh Hanafiyah Abbas ke Makkah pada era ulama-ulama Aceh tersebut. Sedangkan para ulama Mekkah yang masyhur pada masa itu sebagai pengajar di Mesjidil Haram adalah: Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Syekh Ali bin Husein al-Maliki, Syekh Hasan Muhammad al Masyath, Syekh Said al Yamani, Syekh Umar Hamdan al-Mahrusi, Syekh Sayyid Alawi bin Sayyid Abbas al Maliki, Syekh Sayyid Ahmad bin Sayyid Bakhri Syatta ad-Dimyathi dan para ulama lainnya. Adapun ulama-ulama besar lainnya yang pernah masyhur di Nusantara, umumnya mereka telah lebih dahulu wafat seperti Syekh Sayyid Zaini Dahlan yang merupakan punca sanad ulama nusantara wafat tahun 1886, Syekh Nawawi al Bantani ulama besar nusantara wafat tahun 1897 dan Syekh Sayyid Bakhri Syatta Pengarang Kitab I’anatuththalibin wafat sekitar tahun 1894, adapun Syekh Ahmad Khatib wafat pada tahun 1916.

Setelah belajar beberapa tahun di Mekkah kepada para ulama tersohor Kota Mekkah, telah mengantarkan Syekh Haji Hanafiyah Abbas menjadi seorang alim besar yang berpengaruh. Sehingga kepulangan beliau kembali ke Samalanga, memiliki arti penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan dayah.

Dayah tersebut juga sebagai dayah yang telah ada semenjak Sultan Iskandar Muda yang memimpin Aceh sekitar tahun 1609-1637. Dayah tersebut telah dipimpin dari generasi ke generasi hingga pada masa kepemimpinan Teungku Syihabuddin Idris pada tahun 1927-1935. Setelah wafatnya Teungku Syihabuddin menurut satu pandangan, Dayah Samalanga dilanjutkan oleh Syekh Hanafiyah Abbas.

Terhitung mulai tahun 1935 hingga wafatnya sang ulama pada tahun 1964, beliau telah mengemban amanah kepemimpinan dayah dengan segenap pengabdian dan ketulusan.

Setelah era kepemimpinan Syekh Hanafiyah Abbas, dayah kemudian dipimpin oleh murid dan menantunya yang baru menyelesaikan pendidikan di Bustanul Muhaqiqin Darussalam Labuhan Haji dibawah asuhan Abuya Syekh Muda Waly.

Terhitung tahun 1958, Syekh Abdul Aziz Samalanga atau dikenal Abon Samalanga terus berkiprah dan menyerukan semboyan ‘beut semeubet, belajar mengajar’ hingga beliau wafat pada tahun 1989. Pada masa Abon Samalanga, banyak santri yang dididik beliau menjadi para ulama dan tokoh masyarakat setelahnya.

Setelah era Abon Samalanga, Dayah MUDI Mesra dipimpin oleh ulama kharismatik Aceh Abu Syekh Hasanoel Basri HG atau yang dikenal dengan Abu Mudi Samalanga. Pelan namun pasti, Dayah MUDI menjadi salah satu dayah yang diperhitungkan di Aceh.

Selain sebagai ulama yang banyak mengkader para ulama, Syekh Hanafiyah Abbas juga menjadi panutan masyarakat Samalanga terutama pada sikap, kepribadian dan kehidupan sehari-hari. Beliau adalah tempat masyarakat meminta fatwa keagamaan, nasehat-nasehat, petuah dan hal lainnya. Beliau sosok yang sarat dengan keteladanan. Menyayangi murid-muridnya, mencintai dan menghormati orang-orang alim, serta zuhud dalam hidupnya. Setelah kiprah yang besar dan luas untuk masyarakat Samalanga dan sekitarnya, wafatlah ulama besar tersebut di tahun 1964 dalam usia sekitar 72 tahun.

(Salman Mardira)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement