Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Islamophobia Juga Terjadi di Negara Mayoritas Muslim?

Saskia Rahma Nindita Putri , Jurnalis-Kamis, 25 Juni 2020 |15:31 WIB
Mengapa Islamophobia Juga Terjadi di Negara Mayoritas Muslim?
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

Kosovo, yang warganya 96 persen muslim, telah menjadi bukti bahwa tindakan Islamophobia adalah bagian dari internal, digambarkan oleh Adem Ferizaj yang menulis bagian Kosovo dalam laporan itu, sebagai suatu hal yang mengancam keberadaan Kosovo sebagai sebuah negara.

Selain itu, negara itu melihat Islamophobia semakin diperkuat secara internal ketika novelis dan penentang genosida Austria, Peter Handke dianugerahi Hadiah Nobel dalam Sastra.

"Pemberian hadiah sastra kepada penulis seperti itu tidak hanya menunjukkan adanya ketidakpedulian Euro-Atlantik yang berakar dalam terhadap nasib negara-negara Eropa yang mayoritas muslim seperti Bosnia dan Herzegovina atau Kosovo, itu juga merupakan kesempatan yang tepat untuk menormalisasi serangan Islamophobia terhadap Hak Kosovo untuk ada oleh politisi Eropa,” kata Ferizaj.

“Sementara muslim yang terlihat, yang mengenakan jilbab atau berjanggut misalnya, cenderung didiskriminasi dalam kehidupan sehari-hari di Kosovo. Perlu diketahui bahwa Muslim adalah golongan yang paling banyak menjadi sasaran upaya genosida di Balkan, terutama perang di Bosnia dan Kosovo selama 90-an,”

Selama tahun 1990-an, baik Kosovo dan Bosnia melihat banyak warganya sendiri yang terbunuh hanya karena mereka adalah seorang Muslim. Memang, sentimen anti-muslim itu sudah agak surut sejak perang berakhir, namun tak menampik kenyataan bahwa diskriminasi ini masih menjadi bagian dari lanskap politik di negara-negara seperti Serbia dan wilayah Bosnia yang didominasi Serbia.

"Pemerintah Serbia dan Bosnia melanjutkan aktivitas penolakan dan institusional kelembagaan mereka yang bertujuan menciptakan narasi tentang genosida yang dilakukan terhadap orang-orang Bosnia selama periode 1992-1995," kata Hikmet Karcic di bagian Bosnia dalam laporan tersebut.

Selain itu, tindakan Islamophobia pun marak bahkan seakan lazim di wilayah Eropa. Pada tahun 2019 lalu, umat Islam di negara-negara Eropa lainnya menghadapi sasaran kebencian Islamophobia melalui serangan terhadap masjid di Perancis, Jerman, Norwegia dan Inggris.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement