Manjadi Manusia yang Memberi Manfaat

Sabtu 27 Juni 2020 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 27 614 2237457 manjadi-manusia-yang-memberi-manfaat-yiMfTo4WY2.jpg Chusnatul Hasanah (Dok Pribadi)

“Ilmu itu bukan yang dihafal tapi yang memberi manfaat.” (Imam Syafi’i).

SEPERCIK kata agung penuh makna. Kata yang mampu memberi nasihat bagi siapa saja yang membacanya. Di situlah permulaan ada keinginan untuk memberikan manfaat lebih besar untuk generasi umat abad ini. Selain lisan yang mampu melaksanakan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar, pena pun demikian.

Sebuah lisan menembus satu kepala, tapi sebuah tulisan mampu menembus jutaan kepala. Para ulama besar menghabiskan waktunya untuk menimba ilmu dan mengamalkannya. Karya yang mampu terjaga berabad lamanya dalam sebuh buku yang dibuatnya. Begitupun saya.

Saya bukan anak penulis, bukan anak ulama, bukan pula anak artis ternama, apalagi seorang pujangga yang mampu merangkai kata. Saya hanya punya pemikiran shahih yang ingin disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Agar rahmatnya menaungi semesta. Islam dengan segala kebaikannya.

Di sinilah saya ingin membangun cita. Menorehkan prestasi di hadapan Rabb Yang Mulia. Hingga di akhir masa, ketika lisan tak mampu berkata, setidaknya tangan ini mampu berhujjah melalui pena kebaikan.

Teringat pesan menggugah dari Sang Imam, Ali bin Abi Thalib, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”

Terbarkan Manfaat

Bila kita yakin dengan sebuah pemikiran benar, tentu tak ada alasan menyimpannya untuk diri sendiri. Mereka yang mengemban pemikiran salah saja begitu antusias sebarkan ide sesat untuk hancurkan generasi umat terbaik ini. Sungguh tak rela. Itulah alasan mengapa saya harus berkarya. Agar kebenaran dimenangkan. Agar umat terselamatkan.

Saya ingin menulis yang mampu menggugah iman dan menginspirasi banyak insan. Tulisan berbekal iman hingga mampu mengubah jalan hidup seseorang. Mengharap pahala mengalir kala diri ini tak mampu lagi beramal di dunia. Memberi tanda di alam semesta.

Apapun profesi kita, baik ibu rumah tangga, pekerja swasta, pengajar, pendidik, tebarlah manfaat. Sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).

Tak ada kerugian ketika kita memberi manfaat untuk orang lain. Sebab manfaatnya itu akan kembali pada diri kita.

Sesuai firman Allah Ta’ala dalam surat al Isra ayat 7 yang artinya:

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.”

Pemimpin

Terlebih saat posisi kita benar-benar berpeluang memberi banyak kebaikan untuk siapapun. Semisal, menjadi pemimpin negara atau pejabat yang memiliki wewenang menetapkan kebijakan.

Manakala sang pemimpin atau pejabat menetapkan kebijakan yang banyak memberi manfaat atau kebaikan pada rakyat, maka ia juga akan medapat manfaat dan kebaikan itu untuk dirinya sendiri. Sebaliknya, manakala pemimpin tersebut memberi kemudaratan bagi rakyat, maka mudarat itu juga akan kembali pada dirinya sendiri.

Oleh karenanya, menjadi pemimpin sejatinya akan menjadi ladang amal salih bila ia menggunakan kekuasaan yana Allah berikan untuk sebesar-besar kemaslahatan rakyat. namun, jabatan itu juga akan menjadi benih keburukan tatkala kekuasaannya digunakan untuk menzalimi rakyat yang dipimpinnya. Sungguh, kerugian yang amat besar.

Di mana pun dan apapun jabatan kita di dunia, kita tetaplah hamba Allah Ta’ala. Tak ada gunanya silau dengan kekayaan duniawi. Tak berguna jabatan tinggi. Saat mati, yang ditanya hanyalah seberapa besar amal salih. Seberapa banyak kita menanam kebaikan dan manfaat untuk sesama. Sebab, apa yang kita tanam, kelak akan memanennya di akhirat. Semoga menjadi pengingat untuk saya, Anda, dan kita semua.

Oleh Chusnatul Jannah

Anggota Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya