4 Kunci Meraih Ketenangan dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

Sarah Nurjannah, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 13:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 616 2238123 4-kunci-meraih-ketenangan-dalam-menghadapi-pandemi-covid-19-GhPwS8JE53.jpg Ilustrasi doa. (Foto: Shutterstock)

SEMUA musibah yang turun di muka bumi ini atas seizin Allah Subhanahu wa ta'ala. Musibah tersebut bisa menjadi ujian bagi semua hamba-Nya. Hal ini termasuk musibah pandemi virus corona (covid-19) di Indonesia dan hampir seluruh negara di dunia.

Setiap Muslimin pun diimbau tetap tawakal dalam menyikapi musibah wabah penyakit ini. Sebab dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dapat menghasilkan ketenangan dalam diri.

"Ada empat kunci yang harus dilakukan oleh seorang Muslim dalam menghadapi situasi ini," ungkap Ustadz Mohammad Teguh Budiman, ketua pelaksana harian Yayasan Islam Al Aliim Bandung, kepada Okezone, Minggu 28 Juni 2020.

Baca juga: Ini 12 Rakaat Sholat Sunah Rawatib yang Selalu Dikerjakan Rasulullah 

Ilustrasi doa. (Foto: Shutterstock)

1. Meyakini pandemi covid-19 atas izin Allah Ta'ala.

Pandemi covid-19 terjadi atas qudrah dan iradah (kuasa dan kehendak) Allah Subhanahu wa ta'ala. Kemudian meyakini wabah ini bagian cobaan dari Allah dan ada hikmah terbaik setelahnya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al Baqarah (2): 216)

"Melalui keyakinan seperti ini kita semakin bergantung kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, bukan kepada selain-Nya. Tidak perlu bermuram diri atas keburukan yang menimpa, dan menyalahkan kehendak-Nya, namun yakini di balik semua kejadian ini banyak kebaikan yang Allah berikan. Berbaik sangkalah kepada-Nya, maka Allah akan menambah nikmat syukur kepada kita," jelas Ustadz Teguh.

Baca juga: 4 Keutamaan Sholat Sunah Rawatib 

2. Berpikir jernih dan tenang

Ketenangan adalah buah dari keyakinan (keimanan) kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Sebab dengan hati yang tenang, tidak akan timbul rasa berburuk sangka, tidak mengalami kecewa, ataupun emosi berlebihan.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)." (QS Al Fath (48): 18)

"Dengan ketenangan, maka akan melahirkan kemenangan, kesuksesan, dan terbukanya jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi," terang Ustadz Teguh.

3. Jadikan sholat dan sabar sebagai pelindung

Dengan menjaga sholat, sudah berarti seorang Muslim meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala untuk dibukakan pintu rezeki, kesehatan, serta solusi dari masalah. Perbanyaklah sholat selain shalat wajib seperti rawatib, Sholat Duha, Sholat Tobat, dan lain sebagainya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al Baqarah (2): 153)

"Sabar tentunya bukan berarti pasrah dan berdiam diri atas kejadian yang menimpa. Tetapi artikan kesabaran adalah kesiapan untuk menghadapi rintangan, bersikap tangguh dalam menghadapi cobaan, ujian, dan halangan. Maksimalkan diri dengan aktif dan kreatif mencari solusi dalam persoalan yang terjadi dari dampak pandemi ini," lanjut Ustadz Teguh.

Baca juga: Non-Muslim Akademisi: Nabi Muhammad Pejuang HAM Universal 

Ilustrasi doa. (Foto: Shutterstock)

4. Terus berdoa

Doa adalah senjata terbaik bagi seorang mukmin dalam menghadapi kondisi sulit. Hal ini sebagaimana dijelaskan Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Mintalah pertolongan kepada Allah dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan." (Muttafaqun’alaihi) (HR Al Bukhari Nomor 6347 dan Muslim Nomor 2707)

Mohonlah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, karena hanya Allah tempat bergantung dan hanya kepada-Nyalah manusia memohon pertolongan.

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Artinya: "Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)." (QS An-Naml (6): 62)

Salah satu doa yang Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam contohkan adalah:

Allahumma inni a’udzzu bika min jahdil balaa-I wa darakisy syaqoo-iwa suu-il qodhoo-I wa syamaatatila’daa-I

Artinya: "Ya Allah aku meminta perlindungan kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan."

Baca juga: Doa Terhindar dari Kecelakaan di Jalan 

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini