Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hukum Jual-Beli ketika Waktu Sholat Jumat Tiba

Hukum Jual-Beli ketika Waktu Sholat Jumat Tiba
Ilustrasi jual-beli. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)
A
A
A

AKTIVITAS jual-beli bisa dilakukan kapan saja. Tapi sebaiknya tidak sampai melalaikan ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Seperti pada hari Jumat, hendaknya seorang Muslim meninggalkan jual-beli ketika panggilan Sholat Jumat telah datang.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman. Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS Al-Jumu'ah: 9)

Baca juga: 5 Cara agar Tidak Tertidur ketika Khotbah Jumat 

Mengutip dari Muslim.or.id, Jumat (10/7/2020), ayat ini dengan jelas melarang jual-beli ketika Sholat Jumat bagi orang yang diwajibkan menunaikannya.

As Sa'di dalam Tafsir-nya menerangkan:

أي: اتركوا البيع، إذا نودي للصلاة، وامضوا إليها

Artinya: "Maksudnya tinggalkan jual-beli ketika azan dikumandangkan, dan hendaknya pergi menuju sholat." (Taisir Karimirrahman, 825)

Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan:

اتفق العلماء رضي الله عنهم على تحريم البيع بعد النداء الثاني

Artinya: "Para ulama radhiallahu anhum bersepakat haramnya jual-beli setelah azan yang kedua."

Baca juga: Simak Adab-Adab saat Menyimak Khotbah Jumat 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement