SEBUAH proses perjalanan hijrah memang tak bisa dipungkiri arah datangnya. Tak sedikit yang menemukan jalan untuk kembali kepada Allah dari hal yang tak disangka sebelumnya.
Seperti kisah beberapa tahun lalu dari seorang wanita bernama Bella. Ia menceritakan kisah hidupnya dimana ia selalu terlibat masalah terkait dengan ulah putra-putranya.
Seorang dari putranya keluar dari sekolah menengah dan menghabiskan sehari-harinya dengan hanya tidur dan berpesta minum di malam hari. Tak jarang pula putranya tersebut mencari masalah di jalanan.
Sedangkan putranya yang lain juga terlibat dalam masalah besar dan harus menjalani hukuman dua tahun di balik jeruji besi.
Bella seakan kehilangan arah. Ia kemudian memutuskan untuk meninggalkan Kolombia menuju AS untuk membangun kembali masa depan yang lebih baik bagi keluarganya. Ia bekerja keras dalam berbagai pekerjaan. Suatu ketika, ia mendapati seorang putranya, Jorge, pulang ke rumah, dan ia dapat saksikan dari wajahnya bahwa sesuatu telah terjadi kepadanya.
“Ketika Jorge pulang ke rumah pagi itu, ia tampak berbeda. Meski ia masih tampak sama dengan wajahnya yang terlihat lelah, dan aroma tubuhnya yang menyengat akan alkohol dan rokok, namun saya menyadari ada yang berbeda. Saya terus mencari tahu hal tersebut darinya,” kata Bella, dikutip dari laman About Islam, Selasa (14/7/2020).
Ia melihat putranya berjalan menuju dapur dan memasak telur, pergi mandi, lalu masuk ke kamarnya. Karena rasa penasaran, Bella mengikuti putranya. Ia mengetuk pintu lalu masuk, dan mendapati putranya sedang terduduk di tempat tidur, seperti sedang memikirkan sesuatu.
Baca juga: 5 Kutipan Menarik Paul Pogba Terkait Islam
Tanpa keraguan Bella pun langsung menanyakan apakah semua baik-baik saja, lalu putranya merespons bahwa semua baik. Tapi tak bisa dibohongi, ekspresi wajah sang putra terlihat begitu berbeda. Seraya duduk di sampingnya, Bella kemudian mendengar Jorge mengatakan bahwa ia harus berhenti minum-minuman keras karena itu bukanlah perilaku baik.
Mendengar hal itu, tentu saja Bella turut senang. Bagaimanapun, itulah yang selama ini ia inginkan dari putranya.
“Saya senang mendengarnya. Bagaimanapun juga itulah yang selama ini saya ucapkan dalam doa. Saya hanya mengatakan kepadanya bahwa itu adalah ide yang bagus, lalu tak lama saya tinggalkan ia dikamarnya. Saya pikir hal itulah satu-satunya yang mengganggu pikirannya. Namun, nyatanya, pengakuan itu adalah sebuah awal dari perubahan besar yang terjadi pada putraku," ujar dia.
Benar saja, sejak diungkapkan pagi itu, Jorge sudah berhenti meminum minuman keras. Ia bahkan menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar. Terkadang, ia terlihat bepergian bersama seorang teman yang seringkali datang ke rumah.
Saat melihat teman Jorge pertama kali, Bella langsung menilai bahwa temannya tersebut ialah orang yang sangat sopan. Ia turut menceritakan bahwa teman Jorge selalu mengenakan kain putih cerah dan peci di kepalanya.
Baca juga: Belajar dari Petugas KRL Kembalikan Rp500 Juta, Ini 4 Hikmah Kejujuran dalam Islam
“Ketika ia tersenyum, saya merasa seperti melihat secercah cahaya yang bersinar dari wajahnya,” kata Bella.
Suatu waktu, Bella mengundang teman baru Jorge ke rumah. Ia telah menyiapkan makan malam sederhana. Di tengah perbincangan, Bella mendengar Jorge dan temannya mulai berbicara tentang Tuhan.
“Aku tidak ingat pasti semua pembicaraan mereka, namun saya begitu terkejut karena sebelumnya anak saya tak pernah sedikitpun berbicara tentang Tuhan. Saya memang selalu berdoa di kamar, namun saya tak pernah menjadikan religius sebagai suatu keharusan apalagi masalah besar di dalam keluarga kami,” jelasnya.
Bella yang tertegun mendengar pembahasan putranya dan temannya itu berusaha untuk menanggapinya dengan santai. Hal mengejutkan yang membuatnya tak habis pikir ialah saat putranya berterus terang bahwa ia kini adalah seorang muslim.
“Bukankah muslim itu teroris? Saya tak bisa menangani ini, saat itu saya bergegas mengambil piring kotor, membersihkan meja, lalu menyuruh mereka berdua pergi dari rumah. Selepas itu, saya langsung pergi ke kamar dan duduk di depan kuil kecil disana. Saya berdoa dan meminta Yang Maha Kuasa untuk membantu putra-putraku, membantu keluarga saya," paparnya.
Perintah yang menyuruh Jorge pergi itu membuat putranya tersebut tak kembali ke rumah selama berhari-hari. Tak bisa dipungkiri, Bella mulai merasa khawatir akan kondisi putranya. Di saat bersamaan, ia mulai merenung.
“Apakah saya lebih memilih ia untuk kembali ke gaya hidupnya yang dulu? Jorge memang sudah berubah. Ia tak lagi minum. Ia juga berhenti untuk keluar di malam hari. Tak lagi pula berkelahi dan membuat keributan. Apakah ini semua karena ia telah menjadi muslim?”
Lebih lanjut, Bella mengatakan bahwa dirinya mengenal banyak orang beragama di tempat tinggal lamanya yang masih melakukan hal-hal buruk seperti meminum-minuman keras, namun dengan tak ragu pergi ke tempat ibadah setelahnya.
Namun, agama Islam ini secara menakjubkan mengubah putranya menjadi orang baik seutuhnya. Di situlah ia sadar bahwa ia harus bertemu dengan Jorge kembali.
Baca juga: Arab Saudi Izinkan Sholat Idul Adha di Masjid-Masjid Tertentu
“Saya tak bisa menunggunya untuk kembali ke rumah beberapa lama lagi. Selama berhari-hari setelah itu, saya terus berdoa lebih sering daripada biasanya. Saya meminta agar Jorge bisa pulang kembali ke rumah.” kata Bella.
Setelah lebih dari dua minggu lamanya, Jorge akhirnya kembali. Wajahnya yang bersinar dapat Bella lihat, dan seketika Jorge memeluk Bella seolah ia tak pernah melakukan itu sebelumnya.
Bella mengaku bahwa dirinya sangat senang menyambut kepulangan Jorge. Ia merasa hari itu penuh sukacita dan ia memiliki harapan.
Jorge kemudian mengajak Bella duduk bersama, melibatkan banyak pembahasan dan diskusi. Putranya itu memberitahunya tentang keesaan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Tuhan yang selama ini dipercayai sebelumnya ialah seorang Nabi Allah, dan bukan anak Allah karena Allah tidak bisa beranak ataupun diperanakkan (dijelaskan dalam Alquran Surah Al-Ikhlas). Tak hanya itu, Jorge juga memberitahu Bella tentang sholat lima waktu dan hal-hal penting lainnya mengenai Islam. Bella mulai memahami semuanya.
“Saat itu akhirnya saya menerima Jorge yang telah menjadi seorang muslim. Namun ketika ia bertanya apakah saya ingin memeluk Islam, saya jelas mengatakan kepadanya bahwa saya masih membutuhkan banyak waktu untuk memahaminya. Barulah setelah sekitar 6 bulan, saya putuskan masuk Islam melalui putra saya. Itu adalah momen yang begitu indah. Alhamdulillah,” ungkap Bella mengenang masa penuh haru tersebut.
Setelah memeluk Islam, Bella menyatakan tak lama setelah itu seorang putranya lagi telah bebas dari dekaman penjara.
Tak butuh waktu lama, putranya tersebut juga ikut memeluk Islam. Sejak saat itu, ia benar-benar menghindari untuk terlibat dalam suatu masalah seperti masa lalunya yang kelam.
“Melalui Islam, Allah telah mengembalikan saya dan kedua putra saya menjadi jauh lebih luar biasa. Allah telah menyelamatkan hidup mereka dari segala kekerasan dan kehancuran yang ada di jalanan. Allah telah mengembalikan kita semua kepada jalan-Nya yang lurus,” katanya mengakhiri.
(Rizka Diputra)