Awalnya, Rahma tidak percaya diri dan selalu merasa gelisah karena hanya ia yang berhijab di sekolahnya dan ia selalu merasa “berbeda”.

Dengan gaya Rahma yang hanya menggunakan hijab lama dan baju seadanya, tentu saja sangat berbeda dengan pakaian yang sedang populer di Jepang pada saat itu, yang membuat ia ketinggalan trend. Lalu ia bertemu dengan Hana Tajima seorang perancang busana yang dapat mengeluarkannya dari kegelisahan.
“Aku merasa hijab adalah busana yang melambangkan agama. Jadi, aku sangat berhati-hati dalam memilih busana untuk merepresentasikannya,” kata Rahmah.
Baca juga: Inilah Aufa Tokyo, Hijaber Indonesia di Jepang yang Curi Perhatian Dunia