Mencari Hidayah Cukup dari Alquran dan Hadis, Ini Buktinya

Riyadi Akmal, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 23:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 330 2251238 mencari-hidayah-cukup-dari-alquran-dan-hadis-ini-buktinya-NxjBauQ4tm.jpg Kitab suci Alquran. (Foto: Istimewa)

SEDIKIT orang mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Hidayah adalah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Jadi barang siapa yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala untuk meraihnya, maka sungguh telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorang pun yang mampu mencelakakannya.

"Hidayah cukup dari Alquran saja. Sudah pernah saya sampaikan dalam sebagian kajian bagaimana waktu ketika Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu membaca lembaran Taurat. Kemudian Nabi marah, "Wahai Umar, apa kau ragu?" Yang artinya jangan cari kebenaran, jangan cari hidayah selain dari Alquran. Cari hidayah dari Taurat itu tidak diperbolehkan. Kita baca Taurat dalam rangka untuk meneliti, dalam rangka untuk membantah, dalam rangka untuk mencari kesamaan dalam Alquran boleh, tapi dalam rangka mencari hidayah tidak boleh," ungkap Ustadz Dr Firanda Andirja Abidin, ulama lulusan Universitas Islam Madinah, dikutip dari akun resmi Instagram-nya @firanda_andirja_official, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Kutip Ayat Alquran, Khabib Nurmagomedov Kenang Jasa Ayahnya 

Dia menjelaskan, Nabi Muhammad melarang karena kitab suci Alquran sudah cukup menjelaskan. Bahkan Rasulullah menegur Umar bin Khattab dan berkata di akhir hadis, kata Nabi, "Kalau Nabi Musa masih hidup, dia pasti akan ikut saya."

"Dalam rangka mencari hidayah, kalau orang mencari hidayah, apalagi masalah akidah, jangan baca buku filsafat, cukup baca Alquran dan hadis. Apa kurang penjelasan Allah Subhanahu wa ta'ala? apa kurang penjelasan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam? Apakah Nabi tidak fasih, tidak bisa menjelaskan kepada umatnya, sehingga kita butuh untuk memahami Alquran dan hadis dengan membaca ilmu filsafat, baca buku Aristoteles, baca buku Plato, yang mereka tidak beragama?" lanjutnya.

Baca juga: 10 Inspirasi Nama Anak Laki-Laki Islami Berawalan I, Maknanya Bahagia dan Dimuliakan Allah 

"Subhanallah lalu bagaimana cara kita mengaitkan akidah kita dengan pemikiran Aristoteles, dengan pikiran Plato, sehingga kita terjebak harus mentakwil berbagai macam takwilan seakan-akan Nabi tidak pandai menjelaskan, seakan-akan Allah tidak pandai menjelaskan," ungkap Ustadz Firanda.

Disebutkan dalam sebuah hadis, "Barang siapa yang mentadabburi Alquran mencari hidayah maka dia akan mendapatkan jalan kebenaran."

Wallahu a'lam.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini