DZULHIJJAH merupakan satu dari empat bulan istimewa dalam agama Islam. Pada bulan ini berbagai amal salih akan dibalas pahala berlipat oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.
Dalam bulan Dzulhijjah berlangsung juga pernikahan ideal antara Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu dengan Fatimah Azzahra Radhiyallahu anha, putri tercinta Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Pernikahan tersebut terjadi pada 1 Dzulhijjah.
Baca juga: Haji Dibatasi, Raih Takwa dengan 3 Amalan di Bulan Dzulhijjah Ini
Mula-mula Abu Bakar Radhiyallahu anhu yang berkeinginan meminang Fatimah dengan menemui langsung Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Abu Bakar ingin posisinya dengan Rasulullah lebih dekat dengan menikahi pemimpin golongan perempuan umat Islam itu.
"Wahai Rasulullah, Engkau telah tahu perjuangan dan peranku dalam Islam, aku ingin … ," kata Abu Bakar yang lalu berhenti, seperti dikutip dari Lirboyo, Kamis (23/7/2020).
"Apa itu?" tanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
"Nikahkanlah aku dengan Fatimah," jawab Abu Bakar.
Namun, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tidak menjawab permohonan itu, juga tidak menolaknya. Beliau hanya memalingkan muka.
Kembalilah Abu Bakar dan menemui Umar Radhiyallahu anhu. Ia menceritakan kejadian yang dialami kepada Umar.
"Mungkin Beliau sedang menunggu perintah dari Allah," hibur Umar.
Dengan demikian, Abu Bakar pun menyarankan agar Umar "mengikuti jejaknya". Berangkatlah Umar dan berkata seperti yang Abu Bakar utarakan. Ternyata apa yang dialami Umar sama dengan Abu Bakar.
Lalu kedua pemuka Islam ini mendatangi Ali bin Abi Thalib. Tujuannya jelas, supaya ia melamar Fatimah.
"Lamarlah putri pamanmu itu," kata Umar dan Abu Bakar memberi sedikit masukan.
Riwayat lain mengatakan ada sedikit keraguan di benak Ali. Ia takut lamarannya ditolak, namun Umar menguatkannya lagi.
"Kalau Nabi tidak menikahkan putrinya denganmu, lalu siapa lagi? Engkau orang yang paling dekat dengan Beliau," kata keduanya. Kemudian pergilah Ali menemui Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
"Wahai Rasulullah, Engkau telah tahu perjuangan dan peranku dalam Islam, aku ingin … ," ucap Ali lalu berhenti.
"Apa itu?" tanya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
"Nikahkanlah aku dengan Fatimah," ujar Ali.
"Apa yang kau punya (untuk dijadikan mahar)?" kata Nabi menyambut permintaan Ali.
Baca juga: Mencontoh Nabi Idris: Salih, Cinta Ilmu, Tekun Belajar, Sangat Sabar
Ali merupakan pemuda yang tidak berharta melimpah. Banyak sumber yang menggambarkan kondisi rumah milik Ali memprihatinkan.
"Aku punya kuda dan baju zirah," tutur Ali.
"Biarkan saja kudamu, juallah baju zirah," jelas Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
Sebagian riwayat mengungkapkan, setelah lamarannya diterima, Ali melakukan sujud syukur.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran