Edo, mahasiswa lainnya menyayangkan adanya isu klepon tak Islami yang menurutnya berpengaruh kepada berkurangnya minat beli.
“Itu cuma hoax kan ya, tapi parah banget sih itu, katanya banyak pedagang klepon yang dagangannya jadi kurang laku karena viralnya berita itu. Gak paham sih tujuan yang buat berita klepon tidak Islami itu apa, tapi intinya dia udah menghambat rezeki orang lain.”
Salwa, pedagang klepon di Pasuruan, Jawa Timur tak ambil pusing soal viralnya klepon tak Islami.
“Dari awal emang nanggepin ini sebagai meme aja sih cuma buat ketawa-ketawa aja, enggak dijadiin suatu hal yang serius, apalagi mengkritisi hal tersebut yang bisa mengundang pro-kontra,” katanya.
“Kan klepon makanan tradisional yang bahan-bahannya pun juga gak ada yang aneh-aneh, sebelumnya lembaga-lembaga Islam pun juga enggak pernah membahas makanan ini haram atau tidak islami-nya, mungkin ini semua cuma unsur marketing doang kali ya,” ujar Amalia warga lainnya.
(Salman Mardira)