6 Amalan Sunah di Hari Arafah, Nomor 5 Paling Ringan Dilakukan

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 30 Juli 2020 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 616 2254114 6-amalan-sunah-di-hari-arafah-nomor-5-paling-ringan-dilakukan-JE8nEKRDgt.jpg ilustrasi (stutterstock)

PADA Hari Arafah 9 Dzulhijjah, jamaah haji akan berkumpul di Padang Arafah, Makkah untuk melakukan wukuf, ibadah puncak haji. Bagi yang tidak berhaji, maka sangat disunahkan berpuasa pada hari itu di mana fadhilahnya akan diampuni dosa dua tahun oleh Allah.

“Tahapan puncak dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, di hari sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Adha,” ujar Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin kepada Okezone, Rabu (29/7/2020).

Menurut Ustadz Ainul Yaqin, Hari Arafah juga jadi momentum disempurnakannya Islam dan nikmat Allah Subhanahu wa ta’la kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam satu riwayat : ‘Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa ada seorang Yahudi berkata kepada ‘Umar. Rasulullah bersabda:

,آيَةٌ فِى كِتَابِكُمْ تَقْرَءُونَهَا لَوْ عَلَيْنَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ نَزَلَتْ لاَتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا . قَالَ أَىُّ آيَةٍ قَالَ ( الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا ) . قَالَ عُمَرُ قَدْ عَرَفْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ وَالْمَكَانَ الَّذِى نَزَلَتْ فِيهِ عَلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَهُوَ قَائِمٌ بِعَرَفَةَ يَوْمَ جُمُعَةٍ“

Artinya: “Ada ayat dalam kitab kalian yang kalian membacanya dan seandainya ayat tersebut turun di tengah-tengah orang Yahudi, tentu kami akan menjadikannya sebagai hari perayaan (hari ‘id).”

“Ayat apakah itu?” tanya ‘Umar.

Ia berkata, “(Ayat yang artinya): Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

‘Umar berkata, “Kami telah mengetahui hal itu yaitu hari dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berdiri di ‘Arofah pada hari Jum’at.” (HR. Bukhari no. 45 dan Muslim no. 3017).

Baca juga:  Bolehkah Menggabungkan Puasa Sunah Arafah dan Hari Kamis?

Sebagai seorang muslim ketika hari Arafah tiba amalan-amalan yang bisa dilakukan sebagai berikut :

Pertama, perbanyak doa, mintalah segala kebutuhan (hajat) Hari Arafah sebaik-baiknya waktu untuk bermunajat pada Allah SWT,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

Artinya: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi, no. 3585)

“Setiap muslim sangat menginginkan kesempatan untuk melakukan ibadah haji. Salah satu alasannya karena wukuf di Padang Arafah, yaitu salah satu saat dimana doa akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” terangnya.

Kedua, memohon ampunan kepada Allah SWT. Pada hari Arafah Limpahan Maghfiroh Allah kepada para hamba-hambaNya akan mengalir, sebagai bentuk keagungan Allah SWT.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Nabi bersabda:

,مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ“

Artinya: “Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348)

 

Ketiga, menebar kebaikan dan beramal salih. "Termasuk bersedekah, setidaknya totalitas kita yang tidak ikut ibadah haji, juga akan mendapatkan perhatian Allah, sekaligus ridhaNya,” ucapnya.

Nabi Muhammad bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِى مَلاَئِكَتَهُ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ بِأَهْلِ عَرَفَةَ فَيَقُولُ انْظُرُوا إِلَى عِبَادِى أَتَوْنِى شُعْثاً غُبْراً“

Artinya: “Sesungguhnya Allah berbangga kepada para malaikat-Nya pada sore Arafah dengan orang-orang di Arafah, dan berkata: “Lihatlah keadaan hambaku, mereka mendatangiku dalam keadaan kusut dan berdebu” (HR. Ahmad 2: 224.)

Keempat, Puasa Arafah, bagi yang sedang tidak berhaji, jangan berkecil hati karena dapat menjalankan puasa sunnah tersebut agar mendapatkan keutamaannya, yakni diampuni segala dosa-dosa.

“Pada hari Arafah Allah melimpahkan rahmatNya, memberikan ampunan bagi hambaNya karena puasanya. Para setan cemburu, bahkan geram sebab banyaknya ampunan yang dilimpahkan Allah bagi umat Islam,” katanya.

Sebagaimana dalam salah satu riwayat hadist dijelaskan, Rasulullah bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no. 1162)

Kelima, Memperbanyak zikir dan tahlil sebagai tanda peneguhan keimanan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Hari Arafah bisa menjadi momentum yang sangat istimewa, maka perbanyaklah zikir dan kalimat tahlil salah satu sebagai amalan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Terdapat kalimat tahlil yang dibaca Nabi Muhammad saat Hari Arafah, yaitu:

أَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَ النَّبِيُّوْنَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

Artinya: “Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah: Laa Ilaha Iillallah Wahdahu Laa Syarika Lah Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Wa Huwa ‘Ala Kulli Syai-in Qadiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).” (HR. Ath-Thabrani)

Keenam, mengumandangkan takbir sebagai bentuk kebesaran Allah Azza Wajaala.

غَدَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ مِنًى إِلَى عَرَفَاتٍ مِنَّا الْمُلَبِّى وَمِنَّا الْمُكَبِّرُ

Artinya:“Kami pagi-pagi bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dari Mina menuju Arafah, di antara kami ada yang bertalbiyah dan di antara kami ada yang bertakbir.” (HR. Muslim, no. 1284)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini