Besok Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2020, Yuk Diamalkan

Hantoro, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 614 2256251 besok-jadwal-puasa-ayyamul-bidh-agustus-2020-yuk-diamalkan-OCWUGJ8YAD.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KAUM Muslimin hendaknya melaksanakan puasa sunah ayyamul bidh setiap tanggal 13, 14, dan 15 hijriah. Puasa ayyamul bidh memiliki keutamaan sangat besar, karena pahalanya sama seperti melakukan puasa sepanjang tahun.

Adapun besarnya keuatamaan puasa ayyamul bidh, berdasarkan hadis dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Bukhari Nomor 1979)

Baca juga: Dahsyatnya Puasa Arafah, Menghapus Dosa Tahun Lalu dan Sesudahnya 

Kemudian dalam riwayat dari Abu Dzar, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadanya:

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Artinya: "Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan hijriah)." (HR Tirmidzi Nomor 761 dan An Nasai Nomor 2425. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadisnya hasan).

Lalu riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Artinya: "Kekasihku (yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) Berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) Mengerjakan Sholat Dhuha, (3) Mengerjakan Sholat Witir sebelum tidur." (HR Bukhari Nomor 1178)

Sementara puasa ayyamul bidh 13, 14, 15 Dzulhijjah 1441 Hijriah atau bulan ini jatuh pada 3, 4, 5 Agustus 2020. Hari pertama 13 Dzulhijjah masih termasuk hari tasyrik yang diharamkan berpuasa di dalamnya.

Sebagaimana dikutip dari Rumaysho, Senin (3/8/2020), ada larangan puasa pada 13 Dzulhijjah karena masih hari tasyrik. Dalam hadits disebutkan:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Artinya: "Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum." (HR Muslim Nomor 1141)

Dari Abu Murroh, mantan budak Ummu Hani, bahwa dia masuk bersama Abdullah bin Amr ke ayahnya Amr bin Al Ash. Kemudian disodorkan makanan kepada keduanya.

Beliau berkata, "Makanlah?"

Dia menjawab, "Saya sedang berpuasa." Maka Amr mengatakan:

كُلْ فَهَذِهِ الأَيَّامُ الَّتِى كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا بِإِفْطَارِهَا وَيَنْهَانَا عَنْ صِيَامِهَا. قَالَ مَالِكٌ وَهِىَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ

Artinya: "Makanlah, hari-hari ini dahulu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berbuka dan melarang berpuasa."

Imam Malik mengatakan, "Dia adalah hari-hari tasyrik." (HR Abu Daud Nomor 2418. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih)

Baca juga: Selain Puasa, Ini Amalan yang Sangat Dianjurkan di Hari Kamis 

Akan tetapi dibolehkan berpuasa bagi jamaah haji yang tidak memiliki hadyu. Dari Aisyah dan Ibnu Umar Radhiyallahu anhum, mereka berkata:

لَمْ يُرَخَّصْ فِى أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ ، إِلاَّ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْهَدْىَ

Artinya: "Tidak diberi keringanan pada hari-hari tasyrik untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak memiliki hadyu." (HR Bukhari Nomor 1998)

Lalu bagaimana solusi puasa ayyamul bidh pada 13 Dzulhijjah?

Menjalankan puasa ayyamul bidh pada bulan Dzulhijjah hanya pada 14 dan 15. Sedangkan 13 Dzulhijjah diganti di hari apa pun asal masih bulan yang sama, bisa tanggal 16 Dzulhijjah atau lainnya.

Baca juga: Sangat Dahsyat, Ini Sederet Manfaat Puasa bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui 

Sebagaimana hadis riwayat Abdullah bin Amr bin Al Ash Radhiyallahu anhuma, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: "Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Bukhari Nomor 1979)

Ilustrasi puasa. (Foto: Istimewa/Thought.co)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa pada ayyamul bidh lebih utama jika punya kemudahan dalam mengerjakannya. Jika tidak mudah untuk mengerjakannya, cukup berpuasa tiga hari pada hari mana saja yang disuka.

Demikian dijelaskan Syaikh Sa'id bin Wahf Al Qohthoni dalam Ash-Shiyam fil Islam halaman 375. Juga disampaikan pula oleh guru dari Syaikh Sa’id yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Baz, sebagaimana dinukil dari Ash-Shiyam fi Al-Islam halaman 375–376.

Wallahu a'lam.

Baca juga: Sungguh Dahsyat, Inilah Hikmah Puasa Sunah 9 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini