Puasa Sunah Kamis Banyak Keutamaannya, Begini Tata Cara dan Niatnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 614 2257521 puasa-sunah-kamis-banyak-keutamaannya-begini-tata-cara-dan-niatnya-TEBF4rCz4w.jpg Ilustrasi (Freepik)

PUASA sunah Senin dan Kamis sangat dianjurkan bagi umat Islam. Terdapat banyak keutamaan di dalamnya, seperti melatih mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan ketakwaan dan bisa menyehatkan tubuh. Inilah adalah amalan yang sering dipraktikkan Rasulullah SAW semasa hidupnya.

"Puasa sunah Kamis sangat dianjurkan," kata Guru Nahwu Sharaf dan Alqura Tajwid, Pondok Pesantren Al Masthuriyah Ustadz Muhammad Sulaeman Nur saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Baca juga:  6 Keutamaan Sedekah Diam-Diam, Salah Satunya Menyelamatkan dari Neraka

Lafadz niat puasa Kamis yaitu:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma yaumal khomiisi sunnatan lillaahi ta'alaa.

Artinya: "Saya niat puasa sunah hari Kamis, sunah karena Allah Ta'ala."

Menurut Kang Sule --panggilan akrab Muhammad Sulaeman-- niat puasa ditekatkan pada malam hari. Namun jika tidak sempat atau lupa berniat pada malam dan saat sahur, maka bisa dibaca ketika pagi hari.

Seperti dijelaskan dalam Fiqih Islam wa Adilatuhu:

Adapun untuk puasa sunnah ada keringanan boleh berniat di pagi bahkan siang hari, asal sebelumnya belum menyantap makanan apa pun atau belum melakukan pembatal-pembatal puasa.

Hadits no. 657 dari kitab Bulughul Marom karya Ibnu Hajar disebutkan hadits, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ « هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ ». فَقُلْنَا لاَ. قَالَ « فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ ». ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُهْدِىَ لَنَا حَيْسٌ. فَقَالَ « أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا ». فَأَكَلَ

Artinya: Dari ‘Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau berkata, “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?” Kami pun menjawab, “Tidak ada.” Beliau pun berkata, “Kalau begitu saya puasa saja sejak sekarang.” Kemudian di hari lain beliau menemui kami, lalu kami katakan pada beliau, “Kami baru saja dihadiahkan hays (jenis makanan berisi campuran kurman, samin dan tepung).” Lantas beliau bersabda, “Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa.” Lalu beliau menyantapnya. (HR. Muslim no. 1154).

 

Terdapat beberapa faedah dari hadist di atas:

1. Boleh berniat puasa sunah di pagi hari. Hal ini menandakan bahwa puasa sunnah tidak disyaratkan tabyiytun niat (berniat di malam hari).

2. Sah jika berniat puasa sunah mutlak dari pagi hari, misal dari jam 10 pagi asal sebelumnya tidak melakukan pembatal puasa di antaranya makan dan minum.

3. Batasan waktu niat puasa sunnah ini ada dua pendapat: (1) tidak boleh setelah pertengahan siang sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan murid-muridnya, (2) boleh sebelum atau sesudah waktu zawal (tergelincirnya matahari ke barat) karena tidak disebutkan batasan dalam hal ini.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini