Masjid Bersejarah Era Kekaisaran Ottoman di Yunani Dilempari Batu

Yudistira, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 614 2258393 masjid-bersejarah-era-kekaisaran-ottoman-di-yunani-dilempari-batu-KtHBI7sTiT.JPG Masjid Kursunlu atau Osman Shah di Kota Trikala, Yunani (Foto: Ist)

MASJID bersejarah di Kota Trikala, Yunani yang dibangun pada abad ke-16 masa Kekaisaran Ottoman dirusak oleh orang tak dikenal dengan pada Selasa 4 Agustus 2020 lalu.

Pelaku melempari masjid dengan batu hingga menyebabkan kaca-kaca jendela di pintu masuk Masjid Kursunlu rusak.

Tempat ibadah umat muslim yang memiliki nama lain Masjid Osman Shah itu juga bulan lalu pernah diserang sekelompok orang. Diduga, motif penyerangan sebagai aksi balas dendam atas keputusan Pemerintah Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan yang telah mengembalikan status Hagia Sophia menjadi masjid.

Melansir dari laman Daily Sabah, Masjid Kursunlu didesain oleh arsitek kenamaan Kekaisaran Ottoman bernama Mimar Sinan. masjid Kursunlu merupakan satu-satunya masjid yang dibangun Sinan di Yunani.

Masjid itu secara resmi dibuka pada tahun 1570. Ia berstatus sebagai masjid utama di Kota Trikala selama masa keemasan Kekaisaran Ottoman.

Baca juga: Kesunahan di Hari Jumat, Salah Satunya Berjimak dengan Pasangan Halal

Adapun penggagas pembangunan masjid ini dipelopori oleh Osman Shah, atau Kara Osman Pasha. Ia adalah putra dari salah satu putri Sultan Selim I. Dia pernah tinggal di Kota Trikala sebagai gubernur di provinsi itu.

Masjid Kursunlu atau Masjid Osman Shah menjadi salah satu dari delapan masjid yang masih berdiri kokoh di Kota Trikala. Mirisnya, masjid ini tidak lagi digunakan untuk beribadah umat muslim. Melainkan beralihfungsi sebagai situs UNESCO yang dilindungi.

Sebelumnya, Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis berujar bahwa peralihan status Hagia Sophia yang dilakukan Turki bukanlah bentuk unjuk kekuatan, namun justru bukti kelemahan.

Sementara Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Hami Aksoy, menyebut, reaksi terhadap pembukaan kembali Hagia Sophia sebagai masjid kian menunjukkan permusuhan Yunani terhadap Islam dan Turki.

Ia pun mengecam keras pembakaran bendera Turki di Thessaloniki dan menuding pemerintah Yunani termasuk parlemennya telah memicu provokasi publik dalam melakukan perseteruan ini.

Hagia Sophia yang sebelumnya katedral utama Kekaisaran Bizantium berubah fungsi menjadi masjid pada tahun 1453. Kekhalifahan Utsmaniyah di bawah Sultan Mehmed II menguasai Konstantinopel dan mengganti namanya menjadi Istanbul, sekaligus mengakhiri Kekaisaran Bizantium untuk selamanya.

Para arsitek Utsmaniyah kemudian menghapus atau menutupi simbol-simbol Kristen Ortodoks di dalam bangunan itu dan menambahkan menara ke dalam strukturnya.

Seiring berjalannya waktu, Hagia Sophia kembali berubah fungsi menjadi museum di era kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk. Setelah 86 tahun berstatus sebagai museum, pengadilan administratif tertinggi Turki memutuskan Hagia Sophia statusnya dikembalikan menjadi masjid pada 10 Juli 2020.

Hagia Sophia pun menggelar Sholat Jumat perdananya pada 24 Juli 2020 lalu yang turut dihadiri langsung oleh Presiden Erdogan beserta para pejabat pemerintah Turki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini