Kisah Samuel Gagal Jadi Wali Kota, Mendarat di Arab hingga Jadi Mualaf

Ade Naura, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 03:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 614 2259539 kisah-samuel-gagal-jadi-wali-kota-mendarat-di-arab-hingga-jadi-mualaf-wxii3YQ1NW.jpg Samuel Shropshire berbicara di depan jamaah. (Foto: Facebook Sams Life)

Ia juga sempat melaksanakan ibadah haji. "Saya sangat bahagia ketika menggambarkan pengalaman haji pertama saya,” ujar Samuel.

Dia datang ke Arab Saudi pada 2011, kemudian memeluk agama Islam pada Juni 2012, dan akhirnya berhasil menyelesaikan ibadah haji di tahun 2013.

Baca juga: Temukan Keindahan dan Ketenangan dalam Kajian Islam, Putra Yakin Jadi Mualaf 

"Maka saya pun berjalan untuk pergi haji. Kami bertemu di Makkah,” ungkapnya.

Samuel bercerita ketika memasuki Masjidil Haram menyaksikan Kakbah dan melakukan tawaf. Setelah itu berjalan ke Wadi Mina. Lalu dari Mina dilanjutkan ke Muzdalifah dan ke puncak Gunung Arafah untuk berdoa.

Akhirnya di sinilah Samuel 10 tahun kemudian tinggal di Arab Saudi di dalam masjid yang dulu diketuk pintunya. Ia diberi sebuah apartemen untuk tinggal di samping masjid, dekat dengan tempat tinggal imam.

"Syafiq, dia yang membukakan pintu dan memeluk saya dan mengatakan ahlan wa sahlan. Ia tinggal di lantai atas bersama keluarganya,” katanya.

Samuel melanjutkan ceritanya, 10 tahun yang lalu dirinya bahkan sempat ingin mencalonkan diri menjadi wali kota, namun ternyata Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan takdir lain.

"Kamu tidak akan menjadi wali kota, kamu akan menjadi seorang Muslim, kamu akan tinggal di sebuah masjid di Arab Saudi," ungkapnya.

Baca juga: Masjid Al Madhoun, Saksi Sejarah Masuk Islam Budak Penolong Nabi Muhammad 

Samuel menambahkan, dirinya tidak menyangka bisa menunaikan ibadah haji. Ini layakna ibadah pembersihan diri.

"Haji adalah berkah yang luar biasa dalam hidup, seperti pembersihan diri secara spiritual. Seperti pengampunan atas semua dosa yang pernah saya lakukan seumur hidup,” ungkap Samuel.

"Hanya Allah yang bisa menulis cerita ini, dan saya sangat senang, sangat bangga menjadi seorang Muslim. Untuk bisa beribadah kepada Allah sebanyak lima kali sehari. Dan bisa memiliki teman yang menyayangi dan peduli dengan saya di sini di Arab Saudi," pungkasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini