Masjid Al Madhoun, Saksi Sejarah Masuk Islam Budak Penolong Nabi Muhammad

Ade Naura, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 615 2257749 masjid-al-madhoun-saksi-sejarah-masuk-islam-budak-penolong-nabi-muhammad-GqIfh5hGDy.jpg Masjid Al Madhoun atau Masjid Qantara di Kota Taif, Arab Saudi. (Foto: Istimewa/Arabnews)

DI luar sana banyak kisah terkait Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang masih belum diketahui. Dengan mengetahui kisah ini bisa membuat Muslimin lebih taat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan mengikuti ajaran Rasulullah. Kemudian juga dapat mengobati rindu kepada Rasulullah.

Salah satunya adalah kisah tempat peninggalan sejarah Islam yang terkait Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Tidak hanya bangunan besar namun, masjid yang bentuknya sederhana pun menjadi tempat bersejarah dalam Islam. Salah satunya di Kota Taif, Arab Saudi.

Baca juga: Unik, Masjid Bersejarah Ini Dibangun Tanpa Paku dan Semen 

Di sana terdapat sebuah masjid yang dibangun dari bebatuan. Di sinilah terjadi peristiwa penting pada zaman dahulu bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

"Saya akan mengajak Anda tur mengelilingi masjid ini, seperti yang ada pada biografi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, suatu peristiwa terjadi di sini," ungkap seorang pemuda bernama Mohsen pemilik akun @mohsen214 yang sedang berada di Taif, dikutip dari Instagram @ilmfeedtravel, Kamis (6/8/2020).

Mohsen bercerita seperti dalam biografi, ketika itu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersama anak angkatnya Zaid bin Haritsah datang ke Taif untuk bertemu para pemimpin di sana dan berdakwah. Namun, Nabi Muhammad dan Zaid diperlakukan tidak baik, bahkan diusir dengan dilempari batu oleh masyarakat setempat. Anak-anak di Taif ikut pula melempari.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan Zaid bin Haritsah meninggalkan tempat itu dan berhenti di suatu tempat yaitu ladang buah anggur. Di depan ladang anggur tersebut terdapat Masjid Qantara atau dikenal juga Masjid Al Madhoun.

Di sana Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam beristirahat. Nabi ketika itu dalam keadaan terluka. Kemudian pemilik ladang anggur itu melihat Rasulullah. Ia pun mengirim seorang budak bernama Addas untuk mendatangi Rasulullah yang terluka, lelah, dan butuh makanan-minuman.

Baca juga: Astaghfirullah, Masjid Bersejarah Ini Diubah Jadi Kandang Hewan Ternak 

Addas kemudian bergegas membawakan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan Zaid bin Haritsah buah anggur untuk dimakan. Ketika ingin memakan anggur, tentu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam membaca "Bismillah", dan Addas menyaksikannya.

Addas mengatakan ucapan "Bismillah" tidak biasa diucapkan oleh penduduk Taif. Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bertanya tempat asal dan agama Addas. Ia menjawab berasal dari Ninawa dan beragama Nasrani.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam kemudian mengatakan di Ninawa ada seorang salih bernama Yunus bin Matta. Mendengar perkataan itu, Addas sontak terkejut. Ia takjub Rasulullah tahu tentang sosok Yunus.

Baca juga: Pasca-Renovasi, Masjid Istiqlal Kini Punya Wajah Baru Lebih Wah! 

Addas kemudian bertanya, "Dari mana kamu mengetahui Yunus bin Matta?"

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab, "Yunus adalah saudaraku. Dia seorang nabi. Demikian juga dengan aku."

Addas tambah terkesima dengan pengetahuan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Saat itu juga ia tiba-tiba mencium kepala dan tangan Rasulullah.

Addas pun mendapat hidayah dari Allah Subhanahu wa ta'ala melalui Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Dia kemudian memutuskan memeluk agama Islam.

Baca juga: Cantiknya Masjid Jami Ul-Alfar Sri Lanka, Layaknya Istana di Negeri Dongeng 

Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam meninggalkan tempat itu, Addas sudah menjadi seorang Muslim.

"Dan tempat yang saya pijak sekarang ini adalah masjid di era Ottoman, dan sampai sekarang masih didatangi oleh penduduk setempat," pungkas Mohsen.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya