Mungkin Ini Penyebab Doa Kamu Belum Dikabulkan Allah Ta'ala

Alya Amellia Amini, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 330 2260503 mungkin-ini-penyebab-doa-kamu-belum-dikabulkan-allah-ta-ala-xBNASCZJMV.jpg Ilustrasi berdoa. (Foto: Shutterstock)

DOA merupakan suatu ibadah untuk mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Semakin sering berdoa, maka akan semakin banyak ibadah dan semakin dekat pula dengan Allah Ta'ala.

Merendahkan diri di hadapan Allah Subhanahu wa ta'ala lewat doa dan munajat akan membuat kedudukan kaum Muslimin lebih mulia. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:

لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ

Artinya: "Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di sisi Allah dari doa." (HR Imam Ahmad dalam Musnad-nya, Al Bukhari dalam Tarikh-nya, At Tirmidzi dalam Jami’-nya, dan Ibnu Majah, Al Hakim dalam Mustadrak-nya, dari hadis Ibunda Aisyah. Al Hakim menilainya sahih, dan disepakati oleh Adz Dzahabi)

Baca juga: Amalkan Doa Ini Usai Sholat agar Terlindung dari Wabah dan Musibah 

Berdoa dan memohon kepada Allah Azza wa Jalla adalah sifat hamba-hambaNya yang salih dan dipuji dalam banyak ayat Alquran.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Artinya: "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka (selalu) berdoa kepada kami dengan berharap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk (dalam beribadah)." (QS Al Anbiya (21): 90)

Dengan berdoa, Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan bantuan kepada hambaNya dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Pada dasarnya semua doa pasti dikabulkan oleh Allah Ta'ala, namun seringkali manusia merasa doa yang dipanjatkan tak kunjung dikabulkan.

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab doa belum dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala:

1. Ditunda

Sifat doa dalam Alquran itu ketika manusia meminta kepada Allah Subhanahu wa ta'ala pasti akan dikabulkan. Sebenarnya doa yang dipanjatkan kepada Allah Ta'ala bukanlah tidak dikabulkan, melainkan hanya ditunda. Bisa sekarang, besok, ataupun nanti. Bahkan ada juga yang Allah Ta'ala janjikan kelak di akhirat.

Allah Subhanahu wa ta'ala bahkan lebih tahu apa yang hamba-Nya inginkan sebelum meminta melalui doa. sebab, Allah Maha Mengetahui Dan Tahu apa yang terbaik untuk hambaNya.

Ibnu Hajar Al Asqalani berkata: "Setiap orang yang berdoa akan dikabulkan, hanya saja pengabulan itu berbeda-beda. Terkadang dikabulkan sesuai dengan permintaan, terkadang pula diganti dengan sesuatu yang lain."

Baca juga: Doa dan Belasungkawa Mengalir untuk Korban Ledakan di Beirut Lebanon 

2. Dosa, maksiat, serta apa pun yang haram

Salah satu penyebab doa belum dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala karena diri seseorang yang penuh dosa. Bukan Allah Ta'ala tidak mengabulkan doa hambaNya, tetapi ketika Allah Ta'ala ingin mengabulkannya, rahmat tersebut tidak tembus pada diri orang tersebut akibat ada sekat yang menutup, itulah dosa atau maksiat.

"Semakin pekat dosanya, semakin kuat penghalangnya, maka semakin sulit kemudian Allah memberikan rahmat yang turun pada dirinya," jelas Ustadz Adi Hidayat, dikutip dari akun Youtube Afterlife Fighters, Selasa (11/8/2020).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Alquran Surah Al Baqarah Ayat 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran."

Apa pun yang haram, baik itu pakaian, makanan, minuman, semuanya, akan menjadi penghalang terkabulnya doa. Manusia memang tidak pernah luput dari kesalahan, namun Allah senantiasa membuka pintu maaf karena Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Tetapi manusia lebih sering lalai dan tidak segera bertobat.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam mengatakan kepada Sa'ad:

أطب مطعمك تكن مستجاب الدعوة

Artinya: "Perbaikilah makananmu, maka doamu akan mustajab." (HR Thabrani dalam Ash Shoghir. Syekh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini dho’if jiddan sebagaimana dalam As Silsilah Adh Dho’ifah 1812)

Baca juga: Ini Doa ketika Menyembelih Hewan Kurban 

Ilustrasi doa. (Foto: Shutterstock)

3. Hati yang kosong

Berdoa dalam hati yang kosong artinya seorang manusia tidak fokus terhadap apa yang diucapkan dan diminta kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Sama seperti ketika berbicara kepada sesama manusia tapi tidak mau melihat matanya. Apa yang diucapkan jadi terasa bohong dan tidak ada artinya.

Hati yang lalai, hati yang kosong ketika berdoa, atau hanya bibir yang bergerak tanpa ada ketulusan, kemungkinan jauh dari dikabulkan Allah Subhanahu wa ta'ala. Jadi hadirkanlah hati yang tulus dan yakin dalam berdoa.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

Artinya: "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR Tirmidzi nomor 3479. Syekh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Hari Arafah, Waktu Terkabulkannya Doa-Doa 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya