Hukum Memakai Cincin dalam Pandangan Islam

Pristia Astari, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 330 2262384 hukum-memakai-cincin-dalam-pandangan-islam-da8ARdaPey.jpg ilustrasi (stutterstock)

NABI Muhammad SAW diketahui pernah mengenakan cincin di salah satu jari tangannya. Rasulullah membuat cicin dari jenis perak yang dituliskan dengan lafaz namanya.

Bentuk cicin yang dipakai Nabi Muhammad juga sangatlah sederhana,namun tujuan utamanya membuat cicin tersebut adalah untuk dijadikan stempel surah dakwah yang dikirim ke pemimpin sepenjuru dunia.

Lalu, apakah mengenakan cincin yang berjenis emas maupun perak diperbolehkan dalam Islam?

Dikutip dari The Islamic Information, Jumat (14/8/2020), ada beberapa peringatan, seperti cicin emas yang tidak boleh dipakai laki-laki, seseorang tidak boleh memakai perhiasan bertujuan untuk pamer.

Tidak diperbolehkan memakai cincin yang bertuliskan ayat Alqur’an atau Allah di atasnya karena tidak sopan saat pergi ke kamar mandi dengan nama Allah. Sebagai solusinya seseorang dapat melepas cincinnya sebelum pergi ke kamar mandi, namun lebih baik hindari itu semua.

Baca juga: Hati-Hati, Jangan Lupa Baca Sholawat Nabi sebelum Berdoa

Selain itu, tidak boleh memakai perhiasan dengan berpikir agar tetap aman dari kejahatan.

Namun, cincin kawin boleh diapakai menurut beberapa pendapat. Itu adalah simbol budaya untuk berkomitmen kepada pasangannya.

Ada beberapa orang yang dengan mudah dan tidak sengaja percaya bahwa dengan memakai perhiasan yang diukir dengan nama Allah atau ayat Alqur’an, akan melindungi mereka dari kejahatan. Keyakinan seperti itu bisa menimbulkan syirik.

Tidak ada satu pun barang perhiasan, jimat, atau pakaian yang dapat mengamankan seseorang. Hanya Allah SWT yang mampu melakukannya.

Apakah cicin kawin diperbolehkan dalam Islam?

Mengenakan cincin kawin bisa menjadi bid’ah jika orang mulai mempercayainya sebagai kebutuhan dari upacara pernikahan Islam mereka, atau bahwa kita diharuskan memakainya untuk tujuan mengiat nikah.

Sesuai dengan kesepakatan para imam, cincin perak diperbolehkan karena dulunya Nabi SAW memakai cincin perak dan para sahabatnya juga memakainya. Berbeda dengan cincin emas, yang tidak diperbolehkan sesuai petunjuk empat imam. Seperti yang diberitahukan oleh Nabi Muhammad SAW tidak diijinkan untuk mengenakannya.

Tentang cincin berjenis perak, tidak ada pernyataan penolakan secara umum dan tidak ada yang dapat mengatakan bahwa itu tidak diizinkan jika mereka tidak meiliki bukti Syar’I yang dipertahankan dengannya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini