Yuk Isi Shaf Pertama Sholat, Allah dan Malaikat Akan Memberi Sholawat

Eka Putri Wahyuni, Jurnalis · Sabtu 15 Agustus 2020 14:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 15 330 2262713 yuk-isi-shaf-pertama-sholat-allah-dan-malaikat-akan-memberi-sholawat-s8212GcH8C.jpg Ilustrasi sholat. (Foto: Freepik)

ALLAH Subhanahu wa ta'ala memerintahkan agar kaum Muslimin bersegera melakukan kebaikan dan ketaatan serta berlomba-lomba di dalamnya. Salah satunya adalah berlomba mendapatkan shaf terdepan dalam sholat berjamaah. Orang-orang yang berada di barisan pertama dalam sholat berjamah memiliki keistimewaan tersendiri.

Sholat berjamaah memiliki banyak keutamaan, mulai melangkahkan kaki ke masjid hingga pulang kembali. Terlebih lagi jika mendapat shaf pertama di dalamnya.

Baca juga: Waspadai Bisikan Setan: Usik Waktu Sholat, Mudahkan Nongkrong 

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang keutamaan dan pahala yang akan diperoleh bagi siapa pun yang berdiri di shaf pertama sholat berjamaah.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصُّفُوْفِ اْلأُوَلِ

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat kepada orang yang sholat di shaf pertama." (HR Abu Dawud, shahih)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إلاَّ أنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا

"Seandainya manusia mengetahui keutamaan yang terdapat pada azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidaklah akan mendapatkannya kecuali dengan diundi, niscaya pasti mereka akan mengundinya." (HR Muslim)

Buya Yahya menjelaskan, ini yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam kalau melakukan sholat berjamaah, sempurnakan shaf yang pertama. Jangan membuat shaf yang kedua, kecuali shaf yang pertama sudah beres.

"Terburu-buru membuat shaf jika shaf pertama belum sempurna, maka hukumnya makruh. Para ulama menjelaskan bahwa kemakruhannya menjadikan sebab pahala jamaah itu hilang," jelas Buya Yahya, dikutip dari Youtube Al Bahjah, Sabtu (15/8/2020).

Ia menjelaskan, shaf wanita yang paling baik adalah paling belakang, ini berlaku ketika para wanita sholat berjamaah bersama-sama di belakang shaf laki-laki. Adapun jika wanita sholat di belakang imam wanita, maka yang terbaik adalah shaf yang terdepan.

Demikian pula jika para wanita sholat bersama laki-laki, namun terdapat pembatas yang memisahkan antara shaf wanita dan shaf laki-laki, sebaik-baik shaf wanita adalah yang di depan dan yang paling jelek adalah yang paling belakang.

Baca juga: Khusyuk Sholat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar, Ini Penjelasannya 

Hal ini dejelaskan berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:

خيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا ، وَشَرُّهَا آخِرُهَا ، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا ، وَشَرُّهَا أوَّلُهَا

"Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan yang paling jelek adalah yang paling belakang. Sebaik-baik shaf bagi wanita adalah yang paling belakang, dan yang paling jelek adalah yang paling depan." (HR Muslim)

Namun saat ini banyak kaum Muslimin ketika sholat berjamaah hendak dimulai, memilih berada di belakang atau di barisan-barisan akhir. Dengan begitu mereka telah melalaikan sunah dan kehilangan keutamaan yang sangat besar.

Suatu ketika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pernah mengingatkan kepada salah seorang sahabat yang datang akhir dan berada di shaf belakang, Rasulullah bersabda:

لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ

"Orang-orang yang terbiasa mengakhirkan hadir ketika sholat jamaah, niscaya Allah akan mengakhirkan urusan mereka." (HR Muslim)

Baca juga: Yuk Simak Niat dan Tata Cara Sholat Gaib 

Dikutip dari kitab Syarh Shahih Muslim karya Imam An Nawawi yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan yang dimaksud dalam hadis ini adalah orang-orang yang datang akhir sehingga tidak mendapat shaf pertama maka Allah Subhanahu wa ta'ala pun akan mengakhirkan bagi orang tersebut rahmat-Nya, kemuliaan dan keutamaan, ketinggian kedudukan, ilmu yang bermanfaat, serta kebaikan lainnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini